Oleh : Jakariya Nugraha
“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya
ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menyenangi suatu
kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat
kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. “(HR.
Tirmidzi)
Sahabat-sabahat sekalian,
seperti yang telah disebutkan hadist diatas bahwa dalam setiap proses
kehidupan manusia akan senantiasa diuji oleh Allah SWT. Ujian dan cobaan
yang datang hanya cara Allah menilai sejauh mana keimanan kita. Dalam
kehidupan sehari-hari juga kata “ujian” dikalangan pelajar atau
mahasiswa seakan menjadi trading topic di setiap akhir pembelajaran
(akhir semester). Banyak diantara kita yang mulai sibuk mencar-cari
turunan soal dari kakak tingkat, mengcopy catatan teman yang lebih
komplit dari kita, mengikuti responsi latihan ujian dan ada juga yang
santai-santai saja. Jika waktunya semakin dekat dengan ujian kita seakan
tidak tenang. Banyak sekali yang menggangu pada diri kita, entah itu
karena kekurangsiapan kita dalam ujian, takut nanti sakit, takut nanti
tidak bisa menjawab soal dll.
Tetapi sahabat, kita
harus menyadari kita adalah seorang muslim. Seorang muslim dalam
menghadapi sebuah ujian atau cobaan selalu berpandangan positif bahwa
ujian adalah bentuk kasih sayang kasih Allah kepada bahwa Nya sehinga
akan tetap tenang. Dan mulai mempersiapkan apa-apa yang diperlukan saat
menghadapi ujian.
Hal pertama yang sangat
mendasar adalah niat, suatu pekerjaan jika tidak diiringi dengan niat
hanya karena Allah maka pekerjaan itu akan sia-sia, seperti pada hadist
shahih Bukhari “Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya,
dan bagi tiap orang apa yang diniatinya. Barangsiapa hijrahnya kepada
Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya.
Barangsiapa hijrahnya untuk meraih kesenangan dunia atau menikahi
wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi” (HR. Bukhari) maka kita harus meniatkan untuk belajar hanya karena mencari ridho Allah, ”Tuntutlah
ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah
Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya
adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya,
dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah
keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’).
Dan kita harus meyakini bahwa ujian ini akan dimudahkan oleh Allah swt
karena “Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan
memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim).
Dalam menghadapi ujian
ini, alangkah lebih baiknya kita saling berjamaah dalam belajar dan
berdiskusi mengenai materi apa yang akan di ujiankan sehinnga kita kan
tau apa-apa yang tidak terpikirkan oleh kita tetapi terpikirkan oleh
teman-teman kita, begitu juga sebaliknya.
Jika semuanya sudah dirasa
cukup, maka kita serahkan dan pasrahkan kepada Allah Swt semata. Apa-apa
yang telah kita usahakan tentulah Allah yang menentukan, so mintalah
kepada Allah semata. Dalam sebuah hadist diriwayatkan dari Abul Abbas
Abdulloh bin Abbas rodhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Suatu hari aku
berada di belakang Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam Lalu beliau
bersabda , “Nak, aku akan ajarkan kepadamu beberapa patah kata:
Jagalah Alloh, Niscaya Dia akan senantiasa menjagamu. Bila engkau
meminta sesuatu, mintalah kepada Alloh, dan bila engkau meminta
pertolongan, mintalah pertolongan kepada Alloh. Ketahuilah, jika semua
umat manusia bersatu padu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu,
niscaya mereka tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang
telah ditulis oleh Alloh bagimu, dan jika semua umat manusia bersatu
padu untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak dapat mencelakakanmu
kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis oleh Alloh bagimu. Pena telah
diangkat dan catatan-catatan telah mengering.” (HR Tirmidzi Dia berkata , “Hadits ini hasan shohih”).
Ada satu hal yang harus
dipahami saat melkasanakn ujian ini sahabat, yaitu kejujuran. Kejujuran
disini adalah kita tidak mencontek ataupun melakukan kecurangan dalam
ujian ini, karena melakukan ketidak jujuran maka kata rasul ” Saling
berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya.
Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya
daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na’im)” lebih berat dari pada
berkhianat dalam harta (korupsi), tetapi jika dilihat dari jangan saling
merahasiakan itu dalam konteks belajar tetapi jika dalam ujian itu
tidak dibenarkan.
So, sahabat jangan takut jangan cemas kala mengahadapi ujian, karena kita mempunyai Allah yang akan selalu bersama kita. Dan come on optimis saja and say “UAS………………… Siapa takut !!!!!!!!!!!!!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar