Selasa, 08 Januari 2013

UAS siapa takut !!!!!!!

Oleh      : Jakariya Nugraha
“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. “(HR. Tirmidzi)

                Sahabat-sabahat sekalian, seperti yang telah disebutkan hadist diatas bahwa  dalam setiap proses kehidupan manusia akan senantiasa diuji oleh Allah SWT. Ujian dan cobaan yang datang hanya cara Allah menilai sejauh mana keimanan kita. Dalam kehidupan sehari-hari juga kata “ujian” dikalangan pelajar atau mahasiswa seakan menjadi trading topic di setiap akhir pembelajaran (akhir semester). Banyak diantara kita yang mulai sibuk mencar-cari turunan soal dari kakak tingkat, mengcopy catatan teman yang lebih komplit dari kita, mengikuti responsi latihan ujian dan ada juga yang santai-santai saja. Jika waktunya semakin dekat dengan ujian kita seakan tidak tenang. Banyak sekali yang menggangu pada diri kita, entah itu karena kekurangsiapan kita dalam ujian, takut nanti sakit, takut nanti tidak bisa menjawab soal dll.

                Tetapi sahabat, kita harus menyadari kita adalah seorang muslim. Seorang muslim dalam menghadapi sebuah ujian atau cobaan selalu berpandangan positif bahwa ujian adalah bentuk kasih sayang kasih Allah kepada bahwa Nya sehinga akan tetap tenang. Dan mulai mempersiapkan apa-apa yang diperlukan saat menghadapi ujian.

                Hal pertama yang sangat mendasar adalah niat, suatu pekerjaan jika tidak diiringi dengan niat hanya karena Allah maka pekerjaan itu akan sia-sia, seperti pada hadist shahih Bukhari “Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap orang apa yang diniatinya. Barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya untuk meraih kesenangan dunia atau menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi” (HR. Bukhari) maka kita harus meniatkan untuk belajar hanya karena mencari ridho Allah, ”Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’). Dan kita harus meyakini bahwa ujian ini akan dimudahkan oleh Allah swt karena “Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim).

                Dalam menghadapi ujian ini, alangkah lebih baiknya kita saling berjamaah dalam belajar dan berdiskusi mengenai materi apa yang akan di ujiankan sehinnga kita kan tau apa-apa yang tidak terpikirkan oleh kita tetapi terpikirkan oleh teman-teman kita, begitu juga sebaliknya.

            Jika semuanya sudah dirasa cukup, maka kita serahkan dan pasrahkan kepada Allah Swt semata. Apa-apa yang telah kita usahakan tentulah Allah yang menentukan, so mintalah kepada Allah semata. Dalam sebuah hadist diriwayatkan dari Abul Abbas Abdulloh bin Abbas rodhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam Lalu beliau bersabda , “Nak, aku akan ajarkan kepadamu beberapa patah kata: Jagalah Alloh, Niscaya Dia akan senantiasa menjagamu. Bila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Alloh, dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Alloh. Ketahuilah, jika semua umat manusia bersatu padu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, niscaya mereka tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis oleh Alloh bagimu, dan jika semua umat manusia bersatu padu untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis oleh Alloh bagimu. Pena telah diangkat dan catatan-catatan telah mengering.” (HR Tirmidzi Dia berkata , “Hadits ini hasan shohih”).

                Ada satu hal yang harus dipahami saat melkasanakn ujian ini sahabat, yaitu kejujuran. Kejujuran disini adalah kita tidak mencontek ataupun melakukan kecurangan dalam ujian ini, karena melakukan ketidak jujuran maka kata rasul ” Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na’im)” lebih berat dari pada berkhianat dalam harta (korupsi), tetapi jika dilihat dari jangan saling merahasiakan itu dalam konteks belajar tetapi jika dalam ujian itu tidak dibenarkan.

So, sahabat jangan takut jangan cemas kala mengahadapi ujian, karena kita mempunyai Allah yang akan selalu bersama kita. Dan come on optimis saja and say “UAS………………… Siapa takut !!!!!!!!!!!!!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar