Oleh : Jakariya Nugraha
Tak ada manusia yang sempurna.
Kesempurnaan hanyalah milik dari Sang Maha Sempurna. Meskipun manusia
secara fisik diciptakan sudah paling sempurna dibandingkan dengan mahluk
lainnya, tatpi tetap saja manusia tidaklah sempurna. Kesempurnaan itu
ada dari berbagai aspek yang dimiliki oleh manusia dan apa yang dia
kerjakan. Misal dalam penampilannya, sifatnya, anggota badannya,
kemampunaannya, pekerjaannya dan lain-lain.
Karena ketidaksempurnaann ini lah
sehingga kata-kata “sempurna” ini menjadi idaman dari manusia.
Kesempurnaan telah menjadi mimpi dari semua orang yang ada didunia. Maka
tidak heran banyak orang yang senantiasa melakukan usaha untuk menutupi
kelemahannya dan membuat menjadi sempurna. Sekarang banyak kita temui
orang-orang yang demi penampilan yang sempurna dia rela mengeluarkan
uang berjuta-juta untuk kesalon misalnya. Atau untuk operasi plastic
sekalipun tidak menjadi masalah buat mereka yang ingin penmpilanya
sempurna.
Pada hakekatnya, usah seperti itu adalah
sesuaut yang isa-isa saja. Meskipun ada efek yang bisa katakana sedikit
“memuaskan” tapi itu hanya kesempurnaan semu saja. Karena suadah menjadi
keniscayaan bahwa ada takdir dari Allah yang tidak bisa dirubah dan ada
yang bisa dirubah. Takdir Allah (Qadar) yang tidak bisa dirubah lagi,
seperti wanita atau pria, diciptakan cacat, kematian, jodoh dll.
Dilihat dari perspektif yang lain hal ini
amatlah wajar, karena manuisa adalah mahluk yang tidak pernah puas.
Emosi yang dikuasai nafsu akan senatiasa mendorong raganya untuk
melakukan sesuatu yang menurut dia kurang dan harus diperbaiki.
Sebenarnya yang seperti bagus apabila disalurkan pada sesuatu yang
positif dan membangun. Misalnya, seorang yang merasa tidak sempurna
dalam belajar, maka dia akan melakukan pernyempurnaan-penyempurnaan
untuk meraih hal yang maksimal. Atau seorang pengusaha yang mendapatkan
profit yang kurang dari usahanya, maka dia akan melakukan usaha-usaha
untuk memperbaikinya. Juga dalam perusahaan ataupun organisasi, dimana
cita-cita bersama yang belum terwujud mesti dilakukan usaha
penyempurnaan untuk mencapai cita-cita tersebut.
Pada hakekatnya, ketidaksempurnaan itu
menjadi identitasa diri dari seseorang. Karena semua manuisa tidak ada
yang sempurna. Dan setiap individu dari manusia itu sendiri mempunyai
ketidaksempurnaan yang berbeda-beda. Ketidaksempurnaan ini menjadikan
factor pembeda dari individu yang lain, sehingga manusia diciptakan
sebagai mahluk social yang tidak bisa hidup sendiri-sendiri.
Tetapi terkadang manusia lupa akan hal
ini. Banyak diantara kita (manusia) menginginkan sesuatu yang sempurna.
Mereka cenderung menginginkan (sebutlah) seorang pasangan yang sempurna,
padahal tidak ada manusia yang sempurna. Sehingga mereka yang
mengingikan hal seperti itu sulit untuk mendapatkan pasangan. Ya itu
sudah aturan mainnya, hehehehehe
Terlepas dari itu, memang
ketidaksempurnaan yang dimiliki oleh manusia mendorong dirinya untuk
senantiasa melakukan usaha untuk membuat itu menjadi sempurna. Itu untuk
orang yang kuat, tetapi untuk orang yang jiwanya lemah mereka malah
menghardik dan mencela ketidaksempurnaany bahkan sampai menyalahkan Sang
Maha Pencipta karena memberikan ketidaksempurnaan kepadanya. Oleh
karena itu sebagai seorang yang kuat lagi beriman maka kita harus
menyadari bahwa hikmah dari manusia yang diciptakan tidak sempurna itu
adalah bahwa Allah telah memberikan celah untuk kita supaya kita bisa
merubahnya menjadi sempurna.
Hal inilah yang menjadikan dahulu islam
menjadi besar dengan peradabannya. Tetapi kini ???? adalah kebalikanya,
karena orang islam sudah jauh dari agamanya, sudah jauh dari kitabnya,
sudah tidak mengenal teladannya dan sudah jauh bahkan tidak mengenal
siapa Tuhannya. Sehingga menjadikan islam tidak bisa berkata banyak dari
percaturan dunia ini. Padahal di islam sudah banyak dijelasakn tentang
hal ini, dari mulai penciptaan manusia, takdir yang bisa dan tidak bisa
dirubah, cara merubah keadaan dan lain-lain. Sungguh sangat disayangkan.
Contoh lainnya bukti bahwa usaha
penyermpurnaan dan perbaikan yang dilakukan manusia adalah peradaban
bangsa jepang. Dimana bangsa jepang menyadari bahwa bangsa mereka tidak
memiliki apa-apa, atau memiliki tapi hanya sedikit, maka mereka
melakukan usahanya perbaikannya dengan kerja keras dan disiplin.
Semangat perbaikan dan penyempurnaan ini menjadikan sebagai budaya
mereka yang tertuang dalam apa yang mereka sebut dengan “kaizen” yang
secara bahasa artinya perbaikan / penyempurnaan tiada henti.
Kemudian cobalah kita tengok dan berkaca
pada diri kita, bangsa kita ???????? bangsa kita yang boleh dikatakan
mempunyai lebih dari apa yang bangsa lain tidak punya, tetapi
peradabannya jauh dibandingkan dengan bangsa lain, atau bahkan bangsa
kita kini tidak mempunyai peradaban ????? Astagfirulloh. Oleh karena itu
maka kita semua sebagai seorang yang berpikir bahkan tercerahkan. Yuk
sama-sama kita perbaiki kekurangan kita, yuk sama-sama kita sempurnakan
ketidak sempurnaan kita dengan usaha-usaha yang nyata, dengan
penyempurnaan-penyempurnaan walau hanya sedikit tapi terus dilakukan
(istiqomah). Sehingga cita-cita kita bisa terwujudkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar