Selasa, 08 Januari 2013

Tidak Ada Manusia Yang Sempurna

Oleh : Jakariya Nugraha


Tak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik dari Sang Maha Sempurna. Meskipun manusia secara fisik diciptakan sudah paling sempurna dibandingkan dengan mahluk lainnya, tatpi tetap saja manusia tidaklah sempurna. Kesempurnaan itu ada dari berbagai aspek yang dimiliki oleh manusia dan apa yang dia kerjakan. Misal dalam penampilannya, sifatnya, anggota badannya, kemampunaannya, pekerjaannya dan lain-lain.

Karena ketidaksempurnaann ini lah sehingga kata-kata “sempurna” ini menjadi idaman dari manusia. Kesempurnaan telah menjadi mimpi dari semua orang yang ada didunia. Maka tidak heran banyak orang yang senantiasa melakukan usaha untuk menutupi kelemahannya dan membuat menjadi sempurna. Sekarang banyak kita temui orang-orang yang demi penampilan yang sempurna dia rela mengeluarkan uang berjuta-juta untuk kesalon misalnya. Atau untuk operasi plastic sekalipun tidak menjadi masalah buat mereka yang ingin penmpilanya sempurna.

Pada hakekatnya, usah seperti itu adalah sesuaut yang isa-isa saja. Meskipun ada efek yang bisa katakana sedikit “memuaskan” tapi itu hanya kesempurnaan semu saja. Karena suadah menjadi keniscayaan bahwa ada takdir dari Allah yang tidak bisa dirubah dan ada yang bisa dirubah. Takdir Allah (Qadar) yang tidak bisa dirubah lagi, seperti wanita atau pria, diciptakan cacat, kematian, jodoh dll.

Dilihat dari perspektif yang lain hal ini amatlah wajar, karena manuisa adalah mahluk yang tidak pernah puas. Emosi yang dikuasai nafsu akan senatiasa mendorong raganya untuk melakukan sesuatu yang menurut dia kurang dan harus diperbaiki. Sebenarnya yang seperti bagus apabila disalurkan pada sesuatu yang positif dan membangun. Misalnya, seorang yang merasa tidak sempurna dalam belajar, maka dia akan melakukan pernyempurnaan-penyempurnaan untuk meraih hal yang maksimal. Atau seorang pengusaha yang mendapatkan profit yang kurang dari usahanya, maka dia akan melakukan usaha-usaha untuk memperbaikinya. Juga dalam perusahaan ataupun organisasi, dimana cita-cita bersama yang belum terwujud mesti dilakukan usaha penyempurnaan untuk mencapai cita-cita tersebut.

Pada hakekatnya, ketidaksempurnaan itu menjadi identitasa diri dari seseorang. Karena semua manuisa tidak ada yang sempurna. Dan setiap individu dari manusia itu sendiri mempunyai ketidaksempurnaan yang berbeda-beda. Ketidaksempurnaan ini menjadikan factor pembeda dari individu yang lain, sehingga manusia diciptakan sebagai mahluk social yang tidak bisa hidup sendiri-sendiri.

Tetapi terkadang manusia lupa akan hal ini. Banyak diantara kita (manusia) menginginkan sesuatu yang sempurna. Mereka cenderung menginginkan (sebutlah) seorang pasangan yang sempurna, padahal tidak ada manusia yang sempurna. Sehingga mereka yang mengingikan hal seperti itu sulit untuk mendapatkan pasangan. Ya itu sudah aturan mainnya, hehehehehe

Terlepas dari itu, memang ketidaksempurnaan yang dimiliki oleh manusia mendorong dirinya untuk senantiasa melakukan usaha untuk membuat itu menjadi sempurna. Itu untuk orang yang kuat, tetapi untuk orang yang jiwanya lemah mereka malah menghardik dan mencela ketidaksempurnaany bahkan sampai menyalahkan Sang Maha Pencipta karena memberikan ketidaksempurnaan kepadanya. Oleh karena itu sebagai seorang yang kuat lagi  beriman maka kita harus menyadari bahwa hikmah dari manusia yang diciptakan tidak sempurna itu adalah bahwa Allah telah memberikan celah untuk kita supaya kita bisa merubahnya menjadi sempurna.

Hal inilah yang menjadikan dahulu islam menjadi besar dengan peradabannya. Tetapi kini ???? adalah kebalikanya, karena orang islam sudah jauh dari agamanya, sudah jauh dari kitabnya, sudah tidak mengenal teladannya dan sudah jauh bahkan tidak mengenal siapa Tuhannya. Sehingga menjadikan islam tidak bisa berkata banyak dari percaturan dunia ini. Padahal di islam sudah banyak dijelasakn tentang hal ini, dari mulai penciptaan manusia, takdir yang bisa dan tidak bisa dirubah, cara merubah keadaan dan lain-lain. Sungguh sangat disayangkan.

Contoh lainnya bukti bahwa usaha penyermpurnaan dan perbaikan yang dilakukan manusia adalah peradaban bangsa jepang. Dimana bangsa jepang menyadari bahwa bangsa mereka tidak memiliki apa-apa, atau memiliki tapi hanya sedikit, maka mereka melakukan usahanya perbaikannya dengan kerja keras dan disiplin. Semangat perbaikan dan penyempurnaan ini menjadikan sebagai budaya mereka yang tertuang dalam apa yang mereka sebut dengan “kaizen” yang secara bahasa artinya perbaikan / penyempurnaan tiada henti.

Kemudian cobalah kita tengok dan berkaca pada diri kita, bangsa kita ???????? bangsa kita yang boleh dikatakan mempunyai lebih dari apa yang bangsa lain tidak punya, tetapi peradabannya jauh dibandingkan dengan bangsa lain, atau bahkan bangsa kita kini tidak mempunyai peradaban ????? Astagfirulloh. Oleh karena itu maka kita semua sebagai seorang yang berpikir bahkan tercerahkan. Yuk sama-sama kita perbaiki kekurangan kita, yuk sama-sama kita sempurnakan ketidak sempurnaan kita dengan usaha-usaha yang nyata, dengan penyempurnaan-penyempurnaan walau hanya sedikit tapi terus dilakukan (istiqomah). Sehingga cita-cita kita bisa terwujudkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar