Oleh : Jakariya Nugraha
Cinta itu gaib, tak terlihat tapi bisa
dirasakan. Cinta itu misteri kehidupan yang belum terjawab. Terjawab
akan suatu arti, terjawab dari suatu definisi. Rangkain kata yang belum
tersusun rapi dari singgasana kerapuhan hati, meski sudah banyak
pujangga yang mencoba menguaknya. Pujangga yang sama rapuhnya dengan
cinta itu sendiri.
Cinta laksana lautan tak berujung, yang
terlihat hanya lah banyu biru berayun-ayun. Laksana batu karang yang
membentenginya, gagah tak terkalahkan. Dentuman ombakpun tak kuasa
melawan kerasnya keteguhan batu karang. Cinta juga laksana mercusuar di
hamparan pasir putih dari barat ke timur. Dia menuntun jalanya para
perahu-perahu kehidupan dari derasnya gelombangan dan gelapnya malam di
lautan.
Cinta bisa menghanyut kan. Bisa juga
menyelamatkan. Cinta laksana burung terbang ke angkasa. Kesejukan dan
kehangatannya terasa dari balik awan. Menapakiti butiran-butiran kecil
air yang perlahan menetes ke gersangnya perut bumi. Bumi tempat dari
sang penikmat cinta berdiri menatap jauhnya cita.
Cinta berikan makna juga hadirkan cita.
Cita-cita luhur dari sang penikmat cinta. Penikmat cinta seakan tersihir
oleh angan cita dari cinta. Apapun akan dilakukannya untuk cita dan
demi cinta. Tak jarang sang penimkat ini jadi ketakutan jika citanya
dengan cinta tak berujung. Sang penikmat jadi gila, gila karena cinta
katanya. Mereka bilang cinta itu buta, apa benar ???? Benar cinta buta
untuk korban cinta Ketika cinta tak berujung Cita.
Cinta bisa membunuh, bisa juga
menyembuhkan. Terbunuh oleh angan cita yang hanya angan saja. Terbunuh
oleh bayangan semu sang pujaan hati. Pujaan hati yang mengeroroti hati
dari sang penikmat cinta rapuh. Rapuh oleh angan-angan liarnya. Rapuh
oleh ketidakkuasaannya. Karna letih menahan derasannya rongrongan
nafsu. Gigitannya sangat luar bisa. Dia takpunya kekuatan dari Sang Maha
Cinta. Sayang beribu sayang, cintanya lemah tak berujung cinta.
Sebaliknya……!!!!!!
Cinta bisa menyembuhkan. Menyembuhkan
hati yang rapuh, jiwa yang merana dan raga yang sendiri. Ketika dia
cinta pada Sang Maha Cinta. Dia selalu ada dalam episode-episode yang
terlewatkan oleh sang penikmat cinta dari sang Maha Cinta. Dia selalu
mengobati luka-luka dari sang pujaan hati yang mengoreskan luka. Dia
bisa mencabut duri yang ia tancapkan. Dia berikan semua apa yang sang
penikmat cinta butuhkan. Dia berlari mengejar sang penikmat cinta saat,
sang penikmat cinta menghampirinya. Sungguh luar biasa kuatnya dari Sang
Maha Cinta. Pemilik semua cinta. Pemutar balik dari hati-hati penikmat
cinta. Jika penikmat-penikmat cinta mencintainya, takan ada lagi kata
Cinta itu buta, cinta itu busuk, cinta itu duri, cinta itu palsu dan
lain-lain. Yang ada hanyalah kesejukan, keindahan dan ketentraman karena
cinta dari Sang Maha Cinta.
Sang Maha cinta selalu ada dalam hati
kita, jiwa-jiwa penikmat cinta. Tapi pernahkah kita mencintai Dia ??????
atau hanya mencintai sang pujaan hati ?????
Hidup adalah pilihan, begitu juga dengan
cinta. Cintailah Sang Maha cinta agar cinta kita berujung dengan cita.
Karena Dia Maha segalanya……..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar