Sabtu, 19 Januari 2013

#AzCd83


Ketika kubuka pintu malam ini
Angin dingin langsung menghembus
Hati yang rapuh akibat kekosongan jiwa
Tak kuasa menahannya
Degupan jantungpun seakan sudah tak lagi ada
Sedikit-dikit terasa, namun hanya sebantar
Samar dan hening
Mataku pun masih tetap saja terpejam
Senyuman itu membuat mataku menjadi tak berdaya
Dilihat dari ujung siluetnya
Lisan ku tak berkata




#ab12


Mimpi kita semakin tinggi membentang
Akupun tak bisa menggenggam semua memori yang semakin menjauh itu
Walaupun pada suatu saat nanti
Mungkin aku akan mengingkari perasaan yang tak ku mengerti ini
Dan sepertinya aku bukanlah pahlawan dalam cerita ini
Tapi aku masih tetap menghargainya
Dalam halaman cerita selanjutnya
Kau dan akulah yang akan tergambar
Selama menunggu itu
Aku bisa melompati waktu, menuju langit yang cerah ini

Rabu, 09 Januari 2013

Ketika Cinta Tak Berujung Cita

Oleh : Jakariya Nugraha


Cinta itu gaib, tak terlihat tapi bisa dirasakan. Cinta itu misteri kehidupan yang belum terjawab. Terjawab akan suatu arti, terjawab dari suatu definisi. Rangkain kata yang belum tersusun rapi dari singgasana kerapuhan hati, meski sudah banyak pujangga yang mencoba menguaknya. Pujangga yang sama rapuhnya dengan cinta itu sendiri.

Cinta laksana lautan tak berujung, yang terlihat hanya lah banyu biru berayun-ayun. Laksana batu karang yang membentenginya, gagah tak terkalahkan. Dentuman ombakpun tak kuasa melawan kerasnya keteguhan batu karang. Cinta juga laksana mercusuar di hamparan pasir putih dari barat ke timur. Dia menuntun jalanya para perahu-perahu kehidupan dari derasnya gelombangan dan gelapnya malam di lautan.

Cinta bisa menghanyut kan. Bisa juga menyelamatkan. Cinta laksana burung terbang ke angkasa. Kesejukan dan kehangatannya terasa dari balik awan. Menapakiti butiran-butiran kecil air yang perlahan menetes ke gersangnya perut bumi. Bumi tempat dari sang penikmat cinta berdiri menatap jauhnya cita.

Cinta berikan makna juga hadirkan cita. Cita-cita luhur dari sang penikmat cinta. Penikmat cinta seakan tersihir oleh angan cita dari cinta. Apapun akan dilakukannya untuk cita dan demi cinta. Tak jarang sang penimkat ini jadi ketakutan jika citanya dengan cinta tak berujung. Sang penikmat jadi gila, gila karena cinta katanya. Mereka bilang cinta itu buta, apa benar ???? Benar cinta buta untuk korban cinta Ketika cinta tak berujung Cita.

Cinta bisa membunuh, bisa juga menyembuhkan. Terbunuh oleh angan cita yang hanya angan saja. Terbunuh oleh bayangan semu sang pujaan hati. Pujaan hati yang mengeroroti hati dari sang penikmat cinta rapuh. Rapuh oleh angan-angan liarnya. Rapuh oleh ketidakkuasaannya. Karna letih menahan derasannya  rongrongan nafsu. Gigitannya sangat luar bisa. Dia takpunya kekuatan dari Sang Maha Cinta. Sayang beribu sayang, cintanya lemah tak berujung cinta. Sebaliknya……!!!!!!

Cinta bisa menyembuhkan. Menyembuhkan hati yang rapuh, jiwa yang merana dan raga yang sendiri. Ketika dia cinta pada Sang Maha Cinta. Dia selalu ada dalam episode-episode yang terlewatkan oleh sang penikmat cinta dari sang Maha Cinta. Dia selalu mengobati luka-luka dari sang pujaan hati yang mengoreskan luka. Dia bisa mencabut duri yang ia tancapkan. Dia berikan semua apa yang sang penikmat cinta butuhkan. Dia berlari mengejar sang penikmat cinta saat, sang penikmat cinta menghampirinya. Sungguh luar biasa kuatnya dari Sang Maha Cinta. Pemilik semua cinta. Pemutar balik dari hati-hati penikmat cinta. Jika penikmat-penikmat cinta mencintainya, takan ada lagi kata Cinta itu buta, cinta itu busuk, cinta itu duri, cinta itu palsu dan lain-lain. Yang ada hanyalah kesejukan, keindahan dan ketentraman karena cinta dari Sang Maha Cinta.

Sang Maha cinta selalu ada dalam hati kita, jiwa-jiwa penikmat cinta. Tapi pernahkah kita mencintai Dia ?????? atau hanya mencintai sang pujaan hati ?????
Hidup adalah pilihan, begitu juga dengan cinta. Cintailah Sang Maha cinta agar cinta kita berujung dengan cita. Karena Dia Maha segalanya……..

Selasa, 08 Januari 2013

Pujangga Gagah bukan Pemikir Lemah


 
Aaaaaaaacccccccchhhhhhhhhhhhhrrrrrrrrrrgggggghhhh !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! teriakkanku seperti burung kesakitan ketika sayap-sayapnya patah dan tak bisa terbang lagi. Waktu itu semuanya menjadi buyar, rasanya ingin tidur saja di bawah rumput hijau memandangi birunya langit. Sinar mentari yang sudah diujung kelopak matapun takdihiraukan. Hingga tiba sesaat siluet diri mencubit dinginnya otak yang tidak sikron dengan hati. 

Bagaimana tidak ? otak ku ini diperas untuk menghitung satu kali satu. Dua bagi dua, tiga tambah tiga dan empat kurangi empat. Otakku jenuh, aaachhhh ingin rasanya berbaring lagi. Tapi kini inginku berbaring diatas hangatnya kata-kata rayuan gombal darimu.  

Kata orang, semuanya akan bisa dipecahkan dengan matematika dan fisika. Contohnya, Kala teori copernicus menggucangkan para pendeta. Dia cabik cabik keagungan kitab suci dengan teorinya. Kebohongan berabad-abad pada bibel yang dipatahkan oleh teori fisikanya.   

Dunia kembali terguncang saat bom atom diledakan di negerinya matahari terbit. Waktu itu mataharipun ogah untuk muncul dinegerinya sendiri. Semua itu gara-gara seorang fisikawan, matematikawan, kimiawan atau apalah namanya itu aku tak perduli.

Bukan naïf seperti tikus yang diberi emas, merubah dunia dengan hitung-hitung akan menjadikan dunia ini menjadi kacau balau saja. Dunia jadi rusak seperti mesin yang sudah tak beri oli lagi. Air yang mengalir jadi berwarna warna, angin yang berhembus pun berwarna hitam pekat dan wanginya sangat tidak menggoda hidung-hidung seorang pujangga.

Itu hanya pikirku saja yang sudah dirasuki oleh roh-roh jahat pemangsa alam. Mereka merasukinya hingga ke sungsung tulang belakang manusia setengah dewa ini. Manusia yang mempunyai sayap sayap halus bercahya kala engkau ucapkan kata-kata gombalmu. Kata-kata dari seorang pujangga gagah bukan dari pemikir lemah pembuat angka-angka. Tapi pujangga gagah penulis kata-kata romantis membuat alam bersinar dan tidak merusak.
Dzar
Pameungpeuk 28-12-2012
2.10 pm


#123



Bisa melihat dari kejauahan rasanya belum cukup untuk menumpahkan rasa
Ketika hari, senja mulai merasuk pada jiwa yang kosong
Lembayung menerawang kegelapan pikiran waktu itu
Dari sini, diantara ilalang-ilangan hijau
Raga terguncang oleh bisiskan, hanya bisiskan
lembut mendesah-desah tak karuan
mata melotot dan alunan irama nafas terikuti oleh desahan itu
sedetik kemudian bayangan teralihkan saat senja sudah diujung kelopak mata
kala jiwa masih bersih dan suci
lambaian tangan dengan terikan bahagia memanggil manggil disebrang jalan
antara jalanan pabrik-pabrik tekstil berjajar dikawasan bandung selatan
kaki yang tak kuasa menahan rasa rindu, bergerak sendiri
berlalari mengejar sang pelambai tangan
lisanpun berucap walau hanya kecil terdengar terkalahkan oleh alunan nafas
walau begitu, mata tetap melihat cepat kaki yang juga berlari

Matapun Tak Kuasa Melihat

Sekarang semua terasa hampa
Aku seperti layaknya pendosa yang takpatut untuk diampuni
Sekitar ku melihat dengat sinisnya,
Semut dilantai dan nyamuk-nyamuk yang berterbanganpun memaki
Sedikit demi sedikit memoriku berputar mencari suatu masa dikaya jaya
Aduhai semuanya terasa besar
Dalam perjalanan pulangpun semuanya terasa tersenyum
Bunyi klakson tidak diperdulikan, hanya saja gupaian tangan melambai-lambai
Sayap burung yang patahpun bisa kembali lagi mengepak
Itu hanya segelintir saja
Ketika matahari sudah mau beranjak pergi
Dilereng pegunungan yang jauh sekali jaraknya
Masa itu ada janji yang harus kutepati
Tapi sungguh jauh, harus kah berlari ???
Namun sayang matahari keburu pulang, tak sampai
Dag dig dug, suara jantung selarang dengan suara angin malam menghempas daun daun sekitar lereng
Gemerisik air didasar jurangpun terdengar dengan jelas, namun hanya sepintas saja sebelum jiwa ini
Dihempaskan
Dijatuhkan oleh bayang sendiri dari mata sang bulan
Dia menari nari di atas gempulan tanah yang keras dekat rerumputan hijau tak jelas
Aku takut, takut menapaki kaki.
Ironi dalam hati memang, seakan batu dipuncak lereng jatuh
Menggelinding cepat menerjang pohon-pohon bambu  itu
Ternyata hanya sesaat masa sudah dekat
Ketakutan hilang berganti kegalauan
Sepontong memori itupun kemudian lenyap ditelan kegaualaun yang terasa
Padahal terpisah jarak dan waktu
Berbeda sangat berbeda sekali
Kemudian kudekati cermin besar yang antic disudut kamar
Sinyal sinyal neuron bekerja hingga telunjukpun dengan gagahnya terangkat
Tapi anehnya sang indera  tak ingin melihatnya
Hanya menutup, ingin mengintippun tak bisa
Kenapa ?? apa yang terjadi ????
Masih berkutat dengan sang indera melihat, hingga terdengar
Bibirku berucap sendiri
Dia tak kuasa melihat seorang pendosa sepertimu…………………..
Dan cerminpun pecah.
Dzar
Pameungpeuk 1 september 2012
10.09 AM

Negeri Kita Dan Kekerasan

Sudah beberapa hari ini pemberitaan dimedia selalu saja tentang kekerasan. Dari mulai bentrokan antar siswa, antar warga, antar pedagang hingga antar kelompok pemuda. Baru saja kasus penyerangan warga di Cirebon, mucul lagi bentrokan antar kelompok di cengkareng kemarin. Motifnyapun beragam, dari dendam lama, sengketa lahan hingga gesekan mengatasnamakan agama. Selain mengalami kerugian material, yang menyedihkan sampai timbul korban jiwa.

Ironis memang melihat kenyataan yang terjadi disekitar kita. Kejadian di negeri yang katanya menjungjung tinggi keberagaman dan keadilan. Di negeri yang kata elok bahasanya, santun tingkahnya dan ramah-ramah orangnya. Dinegeri yang katanya religius masyrakatnya bahkan sila pertama di dasar Negara ini berbunyi Ketuhanan yang maha esa. Tapi kenapa bisa terjadi seperti itu ?????

Kompleks ternyata apa yang terjadi di masyrakat kita. Dasar-dasar Negara yang sudah disusun oleh para founding father, tidak dijalankan dengan baik oleh para penerusnya. Perjuangan yang sudah susah payah bahkan berkorban jiwa dan raga, disiasiakan oleh kita. Makna perjuangan yang seharunya diisi bersama-sama mewujudkan mimpi, tapi kok malah saling sikut. Belum lagi permasalahan bobroknya norma dan moral semakin menambah kekeruhan di masyarakat kita. Bahkan bobroknya sendi-sendi norma dan moral ini dimanfaatkan oleh beberapa golongan untuk konspirasinya.

Melihat keadaan seperti ini, sulit memang untuk berkata kapan negeri ini damai ? susah berkata kapan negeri ini aman ? kapan negeri ini makmur juga sejahtera ? Tapi, bukan tidak mungkin tidak bisa terwujud. Harapan itu masih ada untuk mewujudkan negeri ini damai, aman, makmur juga sejahtera. Tidak ada lagi tindak kekerasan yang timbul akibat tidak puasnya masyrakat terhadap kerja dari pemerintah. Kekerasan antar warga, siswa ataupun yang mengatasnamakan agama. Jika semua elemen yang ada dinegeri ini sadar akan pentingnya hidup rukun berbangsa dan bernegara.

Ada sentilan kecil dari seorang plagmatis yang mengatakan “semakin sedikit perbedaan maka akan mudah untuk medamaikan dan juga merukunkan”. Apakah yang ini benar ??? terkadang memang kata-kata ini bisa saja diambil, tetapi tidak juga benar. Salah satu contoh yang bisa diambil adalah konflik berkepanjangan di semenajung korea. Jika melihat tersebut, semuanya satu rumpun, satu bahasa dan satu kebudayaan. Tetapi mereka hanya dipisahkan oleh hasil dari perang dunia, oleh ideology yang berbeda. Hingga kini, setelah lebih dari 60 tahun perang dunia II usai kedua Negara tersebut masih saja bersitegang. Ancaman perangpun sering kali dilontarkan oleh kedua belah pihak.

Lalu bagaimana dengan negeri kita ???? Berbeda dengan yang terjadi di semenanjung korea negeri kita malah sebaliknya. Rakyat yang tadinya tersekat-sekat oleh suku, bahasa juga agama bersatu mengusir penjajah dan memerdekakan negeri Ini. Sangat kontras, negeri ini jadi bisa bersatu meskipun banyak sekali perbedaan dimasyarakatnya. Pada waktu itu masyarakat kita tidak memperdulikan perbedaan, mereka bersama-sama berjuang untuk negeri ini. Semangat kebersamaan diatas perbedaan inilah menjadikan negeri ini kuat. Hingga dibuatlah semboyan negera “Bhineka tunggal ika” yang artinya “walaupun berbeda-beda tetap satu” untuk mengabdikan semangat ini.

Masih pertanyaan klasik, lalu kenpa negeri kita sekarang bisa seperti ini ???? Dari kacamata islam yang mencakup semua aspek kehidupan. Ada beberapa jawaban atas perntanyaan tersebut. pertama adalah ketidakbecusan pemerintah dalam mengelola negeri ini. Kedua adalah system pemerintahan juga demokrasi yang terlalu kebabblasan. Ketiga peran keluarga dalam pendidikan anak terhadap nilai-nilai agama sangat kurang. Keempat system pendidikan yang terlalu menjenuhkan. Kelima peran serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama masih kurang optimal.

Ada yang salah jika suatu Negara yang kaya raya SDAnya, tetapi miskin rakyatnya. Maka yang salahnya adalah pengelolaan dari pemerintah yang mengelolanya. Bukan hanya pengelolan SDA saja tetapi pemerintah juga berperan untuk mengembangkan SDMnya menjadi SDM yang unggul diberbagai aspek kehidupan. Ketidakmampuan ini dikarenakan oleh kemampuan orang-orang pengelolanya tidak teruji secara benar-benar.

Sebenarnya permasalah ini saling berkaitan dengan permaslahn yang kedua. Sistem pemerintahan demokrasi sekarang ini terlalu kebabblasan dan liberal. Dengan system yang seperti ini memungkinkan seorang yang tidak bisa apa-apa dan hanya ingin kekuasaan bisa saja menjadi pengelola Negara. Yang terpentinga adalah suara pendukungnya banyak. Kemudian dengan system demokrasi (pemilu), rakyat bisa memilih langsung siapa yang akan menjadi wakilnya di pemerintahan. Ada beberapa pendapat yang mendukung system seperti ini. Kata mereka dengan system seperti itu maka rakyat akan langsung bisa memberikan amanah pada wakilnya. Dan jika ternyata harapan rakyat tidak sesuai, rakyat bisa dengan jelas menuntut pada wakil yang telah dipilihnya. Bisa saja seperti itu, tetapi ada celah yang ditinggalkan dari system seperti itu. Yaitu orang-orang yang tidak teruji dalam partai politik bisa menjadi wakil rakyat dengan modal uang dan popularitas. Hal ini kini terjadi, dengan bebagai keungtungan yang mungkin bisa didapat jika menjadi wakil rakyat. Banyak dari kalangan artis dan juga pengusaha berhaluan rame-rame menjadi wakil rakyat. Padahal mereka hanya bergabung dengan parpol hanya pada saat menjelang pemilu saja. Secara kapasitas mengurus partai, mendapat pendidikan politik dari partai dan pengabdian pada masyrakat belum teruji. Tetapi karena perolehan suaranya banyak, mereka jadi terpilih.

Kemudian kalau seperti itu apa system demokrasi pemilu yang dulu harus dikembalikan ??? sebenarnya tidak juga bisa menjamin dengan system dulu bisa memperbaiki. Walaupun wakil rakyat yang terpilih adalah kader terbaik dari partainya, belum bisa menjadi jaminan. Jika system pendidikan politik dan pengkaderannya tidak benarnya dijalankan dengan baik. Ataupun karakter dan sifat kader tersebut tidak sesuai untuk mengemban amanah sebagai seorang wakil rakyat meskipun dia aktif di partainya. Karena tidak bisa dipungkiri background dari partai-partai politik tersebut berbeda-beda. Ada yang beraliran nasionalis dan juga agama. Sebenarnya tidak jadi masalah jika nasionalis. Karena pada hakekatnya nasionalisme Indonesia tidak hanya melulu tentang tanah air. Tetapi pancasila yang dimana sila Pertamanya adalah Ketuhanan yang Maha Esa (agama). Kembali, tetapi apakah penerapan pendidikan keagaman dimasukan kepada pendidikan politik dari parpol untuk para kadernya ?????

Untuk itu jika parpol tersebut adalah nasionalis maka harus benar-benar mengamalkan pancasilanya. Kemudian jika parpolnya islamis, maka sudah menjadi hal yang sakleuk harus diamalkan islamnya secara kaffah. Ada beberapa pendapat keliru terhadap pemahaman bahwa masalah kenegaraan tidak boleh menbawa agama (sekularisme). Untuk agama lain mungkin tidak ada pembahasan tentang kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sehingga muncul anggapan seperti itu. Tetapi islam berbeda. Islam adalah agama yang tidak hanya membahas tentang penghambaan manusia terhadapa Tuhannya saja (habluminallah), tetapi juga tentang sosial kemasyarakatan juga kenegaraan (habluminannas). Semua itu tertuang dalam kitab Suci Al-Quran. Dan sebagai contoh konkrit bahwa islam itu mencakup semua aspek kehidupan adalah pengamalan islam yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhamad SAW. Nabi saw tidak hanya seorang guru spiritual, tetapi beliau adalah seoarang negarawan, pemimpin Negara, panglima perang, pengusaha sukses, olahragawan, bahkan suami yang baik bagi keluarganya. Hingga micheal heart yang notabene seorang non-muslim menempatkan Rasul saw sebagai seorang manusia tersukses sepanjang masa. Namun sayang pemahanan tentang islam yang universal dan mencakup semua aspek kehidupan ini justru kebanyakan juga tidak dipahami oleh orang islam itu sendiri.

Hal yang wajar saja jika kebanyakan orang muslim di negeri kita berpemahaman seperti itu. Karena negeri kita sudah lama dijajah oleh bangsa lain yang tidak menginginkan bangsa kita bangkit. Bahkan dahulu Belanda mengunakan cara ini untuk menjatuhkan kerjaan islam paling kuat dan yang terakhir di kuasai oleh belanda. Belanda mengirimkan seorang untuk mempelajari tetntang islam dan berinteraksi dengan orang-orang islam. Ternyata hasil laporannya adalah jauhkanlah agama dengan pemerintahan. Belandapun melaksanakannya dan akhirnya kerajaan aceh jatuh. Begitupun dengan kejatuhan Kekhalifahan ottoman.

Sehingga pemahaman ini haruslah dilaksanakan. Dan untuk melaksanakan ini bisa menjawab dari masalah yang ketiga yaitu peran keluarga dalam pendidikan anak terhadap nilai-nilai agama sangat kurang. Keluarga adalah sarana pertama untuk seorang manusia belajar. Jika dalam keluarganya tidak diajarkan agama dan norma-norma sosial, maka bisa ditebak bagaiamana nanti jika sudah besar. Faktor keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan seorang manusia. Maka dari itulah bekali anak anak dengan nilai-nilai islam. Dan jika kita belum berkeluarga maka menjadi kewajiban abagi kita untu bekajar dan mengamalkan agama kita.

Kemudian tidak hanya cukup dengan pendidikan di keluarga. Pendidikan selanjutnya adalah pendidikan dibangku sekolah. Selain untuk belajar tentang pelajaran adiktif, secara tidak langusng manusia juga belajar tentang kehidupan. Mereka belajar untuk bersosialisasi satu sama lain dan belajar akan berbagai hal. Namun sayangnya system pendidikan dinegeri kita saat ini terlalu menjenuhkan dan budaya kekerasan masih ada. Bahkan ditataran pendidikan tinggi sekarang sudah liberall dan sekuler yaitu dengan adanya Badan hukum pendidikan dan jatah sks untuk matakuliah kognitif hanya sedikit.

Mejenuhkan disini, adalah tidak ada ruang untuk mengembangkan pelajaran yang diminati siswa. Siswa dijejali banyak sekali pelajaran, yang mungkin bagi sebagaian siswa sangat membosankan. Sehingga tidak jarang untuk mengatasi kebosanan ini siswa mencari pelarian yang mereka enjoy dengan hal itu. Missal mereka bolos hingga mencari pelarian dengan narkoba. Jika system pendidikan di negeri kita belum mampu untuk itu, maka ada solusi selanjutnya. Yaitu dengan pemberian lahan untuk penyaluran minat dan bakat mereka sekaligus sebagai sarana pendidikat karakter. Yaitu dengan ekstrakulikurel dan pendampingan BP/BK yang optimal.

Tetapi untuk membentuk siswa yang tidak berbudaya kekerasan, maka hal itu tidaklah cukup. Karena terkadang ekstrakulikurel juga bisa menimbulkan kekerasan. Misal pada saat masa orientasi masih ada ditemukan kasus kekerasan dan perpeloncoan yang dilakukan oleh siswa senior terhadap juniornya. Kakus terakhir adalah yang menimpa siswa di sekolah Don Bosco. Maka solusi yang paling tepat adalah dengan cara pendidikan pendekatakan. Sudah dijelaskan sebelumnya adalah kekerasan dipicu dengan kurangnya pemahaman dan pendidikan akan nilai-nilai agama dan norma sosial. Untuk itu disekolahpun harus diajarkan. Namun kembali, sayangnya hanya sekedar teori di bangku kelas saja (jenuh, bosan) apalagi dengan kesan bahwa guru agama itu keras. Apalagi system pendidikan di Indonesia yang sekuler (memisahkan antara pendidikan formal dan pendidikan agama).

Sesuai dengan pendidikan pendekatan sebaya tadi, pendidikan agama bisa dipraktekan dengan pendekatan personal. Maksudnya pendekatan sebaya ini adalah dengan sarana mentoring agama islam. Dimana setiap siswa berkelompok dan belajar agama secara beda dan menyenangkan dengan bantuan seorang mentor. Mentor bisa saja kakak kelasnya ataupun alumni yang masih peduli dengan adik-adik kelasnya. Tentunya mentor dibawah kordinasi dan pengawasan dari guru agama juga guru BP/BK.

Kemudian jika ternyata usaha-usaha diatas masih tidak bisa mengatasi budaya kekerasan. Maka disnilah peran serta masyarakat, tokoh masyrakat dan tokoh agama dibutuhkan. Secara praktiks untuk mencegah bisa kepada anak-anak sekolah. Misalnya jika melihat ada siswa sekolah yang merokok, bolos sekolah, bahkan sampai tawuran maka tegurlah dan berikan contoh terbaik. Bagaimanapun juga meskipun bukan anak kita, saudara kita ataupun murid kita tetap mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Bagaimana bisa menengahkan konflik seorang yang sudah dewasa, kalau kepedulian anak anak-anak penerus bangsa tidak ada.

Sehingga kembali hal yang paling mendasar, tentang permasalahan yang terjadi sekarang adalah hilangnya sendi agama dan norma sosial dari masyarakt kita. Untuk itu perlu ada rekontruksi pembinaan agama dan norma sosila terhadap anak-anak penerus bangsa. Dari mulai diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah. Keluarga dengan pembinaan dikeluarganya, pemerintah dengan kebijakannya, sekolah dengan pelaksanaan teknisnya dan masyarkat dengan pengawasannya. Sehingga jika rekontruksi pembinaan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dilakukan secara bertahap. Maka tidak mungkin dalam beerapa tahun kedepan, dengan genersai baru negeri kita akan bebas dari kekerasan. Semoga, tidak ada yang tidak mungkin semua bisa terjadi atas kehendakNya jika kita berusaha dan bersama-sama menyadari akan pentingnya hidup berbangsa dan bernegara.

Jakariya Nugraha
Aktifis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)

Anak Jalanan Masih Anak Inonesia Juga


Tanggal 29 agustus kemarin diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Acara resminya diadakan di Teater Keong Emas TMII, dengan menghadirkan Presiden SBY sebagai tamu kehormatan. Ada sesuatu yang menjadi perahatian publik saat sambutan pak presiden. Pak presiden menegur anak yang tertidur saat beliau memberikan sambutannya. Saya sempat berpikir “apakah pak presiden belum pernah jadi anak-anak ??? hehehe”.  Jelas saja dengan penegerun tersebut pak presiden bertentangan dengan tema yang diusung yaitu ‘bersatu mewujudkan Indonesia ramah anak’. Meskipun tidak ada maksud dari pak presiden dan cenderung spontan,  tindakan pak presiden sudah termasuk kekerasan verbal yang bisa melukai hati anak.

Terlepas dari itu, memang tanggal 29 agustus kemarin adalah hajatannya anak-anak Indonesia. Namun apakah sudah semua anak Indonesia bisa merasakannya ??? atau mereka malah tidak tahu kalau kemarin tanggal 29 agustus itu adalah hari anak nasional ???

Dari data yang didapat bahwa sejarah dicetuskannya hari anak adalah keprihatinan dari bangsa-bangsa didunia akan nasib anak-anak. Anak-anak menjadi sangat penting karena mereka adalah generasi penerus dari setiap bangsa yang ada didunia. Namun terkadang keadaan memaksa anak untuk bisa merasakan sesuatu yang belum pantas dirasakan oleh anak pada usianya. Kejadian seperti perang, perdagangan manusia, penelantaran anak dan keadaan ekonomi yang memaksa anak untuk bekerja.

Setiap bangsa didunia ini mempunyai hari khusus anak untuk memberikan perhatian terhadap anak. Begitupun di Negara kita, Indonesia. Namun apakah itu dijalankan secara nyata oleh pemerintah kita ??? Atau hanya bersifat ceremonial belaka ???

Untuk beberapa orang mungkin jawabannya bersifat preventif. Tetapi kita masih bisa melihat banyaknya anak-anak yang terlantar dan membutuhkan kasih sayang lebih. Salah satu contohnya adalah semakin bertambahnya anak anak jalanan. Anak jalanan ini bisa kita temui disetiap pemberhetian lampu merah, kolong jembatan, terminal dan stasiun. Mereka berpenampilan serba mengkhawatirkan. Mereka mengamen, berjualan asongan, dan menjadi pengemis meminta-minta. Melihat fenomena seperti ini, dalam hati timbul pertanyaan “Kemana para orang tua mereka ???”. “Apa mereka tidak sekolah ???”. “Dimana peran serta pemerintah ???”. “Kenapa polisi hanya membiarkan mereka dan cenderung acuh ???

Beberapa hari kemarin, saat melewati stasiun kiaracondong Bandung. Ada anak kecil yang kurus dan pakaian lusuh masuk kedalam angkot dan mengamen. Dia menyanyiakan lagu yang kira-kira seperti ini bunyinya “aku anak Indonesia, sehat dan kuat”. Potongan lagu tersebut adalah lagu soundtrack dari sebuah iklan produk vitamin C yang dinyanyikan oleh Joshua sekitar 10 tahun yang lalu. Miris memang, anak yang mengaku anak Indonesia mengatakan dia sehat dan kuat. Namun dari penampilannya sangat meragukan, jauh dari kata-kata tersebut. Apakah itu sindiran ??? atau memang mereka tidak bisa menyanyikan lagu lain ?? Tapi kalau tidak bisa lagu lain ?? sepertinya tidak. Kemungkinan terbesar adalah mereka ingin menyindir pemerintah dan ingin mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Maklum memang mereka seperti itu. Kurangnya perhatian dari orang tua, bahkan mungkin orang tuanya tidak perduli. Kemudian tindak kekerasan (verbal, psikis dan fisik) yang mungkin mereka dapatkan. Merubah psikologis mereka menjadi seorang peminta minta. Mereka menjadi tidak ingin sekolah, dengan beranggapan bahwa dengan sekolah mereka tidak akan mendapatkan uang. Juga dengan adanya lingkungan yang tidak mendukung untuk mereka berkembang.

Untuk itulah perlu adanya sinergitas antara masyrakat dan pemerintah guna mengatasi permasalahan anak jalanan ini. Masyrakat hendaknya tidak acuh dengan keberadaan mereka. Masyrakat melalui ormas-ormasnya bisa menjadi sarana perlindungan para anak jalanan. Masyrakat bisa menegur para pengkordinir anak jalanan, dan mengingatkan pentingnya perkembangan pertumbuhan anak jalan.

Juga peran serta pemerintah yang harus ditingkatkan. Pemerintah seharusnya bisa lebih peka dengan fenomena anak jalanan ini dikota-kota besar. Perlu adanya sosialisasi langsung ke lapangan dan berkelanjutan. Sehingga anak jalanan mendapatkan perhatian dari pemerintah. Juga menindak tegas para pengkordinir anak jalanan ini. Jangan sampai pemerintah hanya bermain pada saar razia saja. Itu tidak akan berpengaruh apa-apa. Malah akan menjadi stigma negative dari mereka terhadap pemerintah.

Kalau bisa peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya ditempat-tempat nyaman. Langsung terjun kelapangan tempat para anak jalanan berkumpul tentu akan lebih bisa membuka mata. Terbuka mata bahwa masih banyak anak di negera kita yang memerlukan perhatian. Pernah membayangkan, bagaimana kalau Pak Presiden datang langsung kepada mereka. Kira-kira perasaan mereka bagaiamana ???? Tentu mereka akan merasa senang. Karena mau bagaimanapun, mereka anak jalanan masih anak Inonesia juga.

Jakariya Nugraha
Aktifis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)

Pelajaran Hidup dari Ikan Salmon

Oleh : Jakariya Nugraha

Sekitar dua minggu yang lalu, ketika sedang berdiskusi menetukan tema untuk acara di kampus. Ada salah seorang teman yang mengusulkan tema nya berhubungan dengan ikan salmon. Pertama kali mendengar, rasanya aneh kalau tema acaranya berhubungan dengan ikan. Apalagi ikan salmon. “Asa teu nyambung” pikir saya. Tetapi ternyata ada filosofi hidup yang bisa diambil dari ikan salmon. Terutama dengan siklus hidup ikan yang terkenal bergizi dan mahal ini.

Meskipun pada akhirnya, ide tentang salmon itu tidak jadi tema acaranya. Tetapi saya tertarik untuk sekedar mencari tahu tentang ikan salmon ini. Apalagi setelah membaca status FB salah satu teman, kurang lebih seperti ini ” filosofi hidup manusia ibarat ikan, ketika bertinggal di air yang mengalir nan deras, pertumbuhannya lebih cepat. So, ciptakan kondisi yang menuntut kita untuk selalu bekerja” (Yoga Yulianto).

Ikan salmon sebenarnya adalah ikan biasa saja. Tetapi siklus hidup yang mereka jalani menjadikan ikan ini menjadi luarbiasa. Bayangkan saja ikan ini lahir di air tawar dengan kondisi yang yatim piatu. Tidak ada induk yang membimbingnya dan harus mencari makan sendiri. Ketika makanan anak salmon itu sudah habis (plankton) dia akan keluar dan berenang menuju lautan untuk mencari makan. Di air lautan inilah salmon bertumbuh kembang hingga usia dewasa dan siap untu berreproduksi (4-7 tahun).

Pada tahun-tahun pertama hidup dilautan, salmon sangatlah rentan untuk bertahan hidup. Mereka mengalami ancaman yang sangat kritis dari para pemangsanya. Seperti angjing laut, beruang, burung juga manusia yang sama-sama menjadi ancaman bagi kelangsungan hidupnya. Sehingga tidak banyak dari mereka yang bisa bertahan hingga dewasa.

Ada keunikan lain dari salmon ini, dimana ketika mereka sudah dewasa dan siap berreproduksi. Mereka akan mencari kembali tempat dimana menetas dulu, yaitu di perairan tawar. Dan ajaibnya (Subhanallah…) mereka bisa menemukan jalan menuju tempat mereka menetas. Padahal secara logika manusia, sulit untuk mengingat jalan pulang. Apalagi dengan kondisi bertahun-tahun hidup dilautan. Tetapi itulah kekuasaan dari Sang Maha Pencipta.

Kemudian untuk bisa mencapai tempat dahulu mereka menetas dan menelurkan telurnya. Mereka harus menerjang arus sungai yang deras. Perjalananya tidak sebentar dan memerlukan perjuangan untuk mencapai tempat tujuan. Bayangkan saja selain ancaman dari para predator, selama perjalanan salmon berpuasa. Mereka tidak makan selama perjalanan. Mereka hanya mengandalkan cadangan lemak ditubuhnya. Sehingga berat badan mereka hilang sampai sepertiganya.

Hingga mencapai tempat tujuan, dengan kondisi lemah salmon mengali lubang didasar sungai untuk dijadikan sarang dengan ekornya. Salmon betina menelurkan telur (3.000-8.000 butir) kemudian dibuahi oleh sperma dari salmon jantan. Ketika sudah dibuahi mereka diam saja dan menunggu telur-telurnya. Namun sayangnya mereka tidak bisa bertahan hidup samapi telur-telurnya menetas. Karena kondisinya lemah (tidak makan). Bangkai mereka akan dimakan oleh para predator atau terurai (dengan bantuan bakteri) menjadi pupuk alami. Pupuk alami ini adalah makanan dari plankton yang notabene makanan pertama dari salmon kecil. Sehingga dengan kata lain, induk salmon mengorbankan diri untuk menjadi makanan anak-anaknya. Subhanallah…. Luar biasa….

Begitulah kira-kira siklus hidup dari si ikan mahal ini. Dari siklus tersebut ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil. Hikmahnya antara lain adalah kemandiriaan, perjuangan, dan pengorbanan. Ketiga hikmah ini akan bermuara pada pencarian tempat kembali kita sebagai seorang manusia. Seperti pencarian yang dilakukan salmon untuk kembali pada tempanya berasal.

Memang dalam konteks kehidupanpan manusia. Nilai dari hikmah-hikmah tersebut sangatlah luar biasa jika 
diterapkan pada kehidupan manusia. Manusia akan menjadi berarti, bermanfaat juga dikenang sebagai seorang yang besar. Penerapan nilai tersebut semical kemandirian dalam kehidupan. Seorang anak didik hidupnya dengan kemadirian (tidak menggantungan kepada orang lain) tentu akan berbeda dengan anak yang selalu dimanja. Pada pertumbuhannya dia akan memaknai bahwa hidup ini adalah perjuangan. Bahwa hidup itu tidak ada waktu unutk bergantung tangga. Dalam kesehariannya pun tidak akan melewatkan waktu untuk sesuatu yang tidak penting. Ketika dihadapkan dengan permasalahan, dia tidak akan lari tetapi akan menghadapinya. Sehingga sikap dewasa perlahan akan muncul pada dirinya.

Sikap dewasa inilah yang akan mengakibatkan seseorang menjadi peka terhadap sekitarnya. Kepekaan sosial ini mendorong dirinya untuk berkontribusi dan memberikan kebermanfaatan bagi sekitarnya. Dalam mereaslisasikan kepekaannya, tidak jarang dia berkorban harta, pemikiran, jiwa dan raga untuk sekitarnya.
Dengan sendirinya, orang-orang yang merasakan kebermanfaatan itu akan mengengang sendiri, jika banyak orang yang merasakan kebermanfaatnya, maka akan banyak pula yang mengenangnya. Sehingga dia akan menjadi seorang yang besar.

Tetapi apalah artinya semua itu (seorang yang besar) jika tidak dilandasi dengan keimanan terhadap yang Maha Pengatur. Sesungguhnya dia akan kembali kepada Sang Penciptanya. Untuk itulah hikmah-hikmah dari pelajaran ikan salmon itu bermuara pada tempat ia kembali. Tuhan Sang Maha Pencipta Allah SWT.
Semoga Menginspirasi, Salam….

Tarbiyah Dzatiyah Untuk Memproteksi Hati

Oleh : Jakariya Nugraha

“Bismillahirrahmannirrahim….. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang. Sungguh manusia bukan lah apa-apa dibandingkanNya. Dia yang memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Jiwa-jiwa yang kosong dan raga yang lemah dijadikannya berisi dan kuat. Hati yang gersang dan pikiran yang kotor, bisa Dia buat bersih. Takkan ada mahluk apapun didunia ini yang mampu menandingiNya, karena Dialah sang Pecipta segalanya tanpa terkecuali jiwa yang lemah ini.”

Dunia kini sudah masuk pada fase akhir zaman. Semua permasalahan yang ada menjadi sangat kompleks dan membutuhkan iman yang kuat. Pernah terlintas pemikiran plagmatis bahwa islam yang benar-benar kaffah sulit sekali diterapkan. Astagfirulloh…. Untung saja itu hanya sepintas. Tetapi ada sebagian orang yang berusaha mewujudkan penerapan tersebut. Mungkin inilah yang dikatakan oleh Rasul dalam salah satu hadisnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shohihnya dari Sahabat Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda,
بدأ الإسلام غريبا وسيعود غريبا كما بدأ فطوبى للغرباء
“Islam ini pada awalnya dianggap aneh dan akan kembali menjadi aneh sebagaimana awalnya dan beruntunglah orang-orang yang dianggap aneh saat itu.” [HR. Muslim dalam Shohihnya, Kitab Iman (145), dan Sunan Ibnu Majah bab Al-Fitan (3986), Musna Imam Ahmad bin Hambal (2/389)]
Para “ghuroba” berusaha berbuat baik ketika banyak yang telah rusak. Merekalah yang tetap istiqomah dengan jalan yang lurus

Dalam keberjalanan hidup manusia yang mahluk social, tentunya interaksi social tidak bisa dilepaskan. Begitupun dengan para “ghuroba” yang notabenenya adalah manusia biasa juga. Hal ini menuntut para “ghuroba” untuk berinteraksi dengan manusia lain, yang mungkin pemahaman islam nya tidak menyeluruh bahkan tidak tahu. Salah satu akibat dari hal ini adalah terjadinya ikhtilat atau bercampur baurnya perempuan dan laki-laki bukan mahrom tanpa hijab. Ikhtilat bisa terjadi dimanasaja dan kapan saja tergantung interaksi social itu berlangsung. Tanpa terkecuali kampus dan media maya.

Dalam konteks kekinian, jika berbicara kampus maka mungkin para “ghuroba” itu salahsatunya adalah para ADK. Para ADK (Aktifis Dakwah Kampus) ini adalah orang-orang yang dibina dan dibentuk untuk menyampaikan risalah islam pada masyarakat kampus. Dalam kehidupan sehari-hari di kampus pun ADK sering dibuat dilema dengan system yang ada. Kenapa dilema ???? bagaimana tidak, ADK yang berusaha untuk menjaga keimanannya untuk tidak berihktilat dihadapkan pada keadaan bersebrangan 180ᴼ. Disisi lain, misi menyampaikan nilai-nilai islam harus terus diusung. Sehingga mau tidak mau ADK harus masuk ke system tersebut dan berusaha mewarnainya. Kejadian ikhtilat dikampus ini bisa saat mengerjakan tugas kelompok, praktikum, rapat di organisasi amah atau yang lainya.

Fenomena ikhtilat saat ini sudah mulai canggih seiring dengan perkembangan zaman. Saat ini ikhtilat bisa terjadi meskipun tidak ada interaksi secara nyata dan langsung. Salah satu contohnya adalah fenomena ikhtilat dunia maya dan elektronik. Katakanlah facebook, twitter, ym, telpon dan sms. semua itu adalah media yang jika tidak dipergunakan secara bijak akan mengakibatkan kemudharatan. Lebih dari ikhtilat, bahkan bisa zina atau kemaksiatan yang lain.

Kenapa ikhtilat itu tidak dibolehkan ????
Kita tahu bahwa Allah SWT menciptakan laki-laki dalam keadaan punya kecenderungan yang kuat terhadap wanita. Demikian pula sebaliknya, wanita punya kecenderungan kepada lelaki. Bila terjadi ikhtilat tentunya akan menimbulkan dampak yang negatif dan mengantarkan kepada kejelekan. Karena, jiwa cenderung mengajak kepada kejelekan dan hawa nafsu itu dapat membutakan dan membuat tuli. Sementara setan mengajak kepada perbuatan keji dan mungkar.

Sungguh ironi memang kehidupan umat akhir zaman ini. Tapi apakah kita menyesali hidup diakhir zaman ???? Jangan !!!!! Jangan sesekali menyesali kesempatan hidup yang telah Allah berikan kepada kita. Kita wajib mensyukurinya. Meskipun terkadang hidup ini sulit, tetapi Allah selalu memberikan jalan. Kita ingat bahwa disetiap kesulitan itu pasti ada kemudahan. Bahkan dikatakan oleh Allah dua kali dalam (QS. 94:5-6).

Terlepas dari ironi tersebut. Fenomena ini sangat luar biasa dampaknya. ADKpun merasakan hal ini. Kita sadari bersama bahwa manusia memiliki bakat baik dan bakat buruk (Fuzuroha wa taqwaha). Ada kalanya manusiapun mengalami masa dimana dia sedang futur (turun kondisi keimanannya). Dan ketika itu adalah kesempatan setan untuk masuk. Saya tidak ingin memungkiri bahwa memang, saya pernah mengalami hal yang seperti itu. Dikala kondisi sedang turun setan akan lebih mudah untuk menhasut dan menjatuhkan kita.

Lalu bagaiamana cara mengatasi dan meminimalisirnya ????
Jika dikalangan jamaah tarbiyah sering kali kita dengar kata-kata “kita tidak mencetak kader yang steril, tapi yang mempunyai imunitas tinggi”. Begitulah kira-kira kata yang sering saya dengar. Bukan mencari-cari alasan tapi sangat relevan dengan kondisi saat ini. untuk itulah dikala proteksi hati kita lemah dan tipis maka kita kuatkan dan tebalkan. Kemudian kenapa hati ??? karena dalam konteks ikhtilat yang rawan adalah hati. Hati adalah hijab yang paling utama.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh islam untuk memperkuat imunitas kita adalah dengan Tarbiyah Dzatiyah. Tarbiyah dzatiyah adalah sejumlah pembinaan yang dilakukan oleh seorang muslim/ah kepada dirinya sendiri. Sarananya banyak mulai dari muhasabah, taubat dari dosa, mengoptimalkan ibadah wajib dan menyempurakannya dengan ibadah sunah. Kemudian bisa dengan memperluas ilmu, bermujahidah hingga terlibat dalam aktifitas dakwah. Wabilkhusus untuk masalah ini bisa ditingkatkan amalan-amalan iman. Seperti yang dikatakan oleh Allah swt bahwa sholat bisa menjaga dari perbuatan keji dan mungkar (QS.29:45). Kemudian juga dengan melaksanakan shaum, supaya menahan nafsu syahwat (HR.Muslim). Tentunya juga dengan dzikrulloh untuk senantiasa mengingat Allah  SWT supaya kita diberikan rahmat dan juga ampunanNya (QS.2:152).

Tarbiyah Dzatiyah memang sarana yang paling efektif dalam memproteksi hati dan keimanan kita. Dan bisa juga sebagai media menguatan ketika sedang rapuh. Sekali lagi kita sadari bersama bahwa ini adalah akhir zaman. Ketika tanda-tanda yang Rasul katakana tentang kehidupan akhir zaman sudah mulai tampak satupersatu. Maka sebagai seorang yang beriman, marilah kita kuatkan diri dan hati kita untuk senantiasa menghadapi cobaan diakhir zaman ini. Yang paling dikhawatirkan adalah fitnah akhir zaman. Semoga kita termasuk orang-rang yang beruntung sebagaimana dikatakan Allah (QS.103:1-3) dan rasul pada hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim tentang orang-orang asing.

“Sungguh diri ini tak ubahnya hanya seorang yang ditutupi aibnya oleh Allah swt. Dan jika dosa-dosa diri ini dimanisfastikan dengan bau, tentunya tidak ada seorangpun orang yang ingin mendekati karena begitu baunya diri ini. tidak ada keraguan tentang hal ini. Tentang kewajiban seorang muslim memperbaiki diri dan menyeru kepada kebaikan juga mecegah kepada kemungkaran. Semata-mata ini dilakukan untuk mengharap ridho Allah swt untuk menjadi orang-orang yang beruntung dan umat terbaik. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami…….”
Allahu a’lam bishshawab.

MENGKONSEP MOMEN PMB DENGAN RUMUS TURUNAN 5W + 1H

Oleh : Jakariya Nugraha

Tahun ajaran baru biasanya menjadi hajatan organisasi mahasiswa untuk merekrut anggota baru. Momentum ini dijadikan ajang untuk saling ujuk gigi satu organisasi dengan organisasi lainnya. Tentunya untuk menarik masa mahasiswa baru (maba) bergabung dengan organisai tersebut. Dengan alasan yang sama, otomatis sering kali terjadi friksi dalam menarik perhatian maba. Sehingga organisasi tersebut harus memutar otak, bagamana cara yang jitu dalam menarik maba.

Dalam pelaksanaannya, organisasi perlu ide kreatif dan inovatif. Bagaimana caranya mencitrakan dan mengemas organisasinya menjadi layak untuk dijual. Istilah kerennya branding. Tetapi darisini terkadang organisasi tersebut terkungkung dalam merumuskan hal ini. Organisasi lebih menfokuskan pada pengkonsepan pencitraan dan pengemasannya. Padahal ada sesuatu yang lebih penting dan fundamental untuk dirumuskan.

Perumusan ini bisa dijabarkan oleh sesuatu yang simple, yaitu konsep 5W+1H. Dimana 5W+1H ini bisa menjadi acuan dari pelaksanaan apapun termasuk Penyambutan / Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).
Adapun 5W+1H ini terdiri dari
• What : Apa ?
• When : Kapan ?
• Where : Dimana ?
• Who : Siapa ?
• Why : Kenapa ?
• How : Bagaimana ?

Keenam kata tersebut bisa menjadi modal dasar untuk merumuskan langkah kerja PMB selanjutnya.
Adapun perumusanya bisa seperti ini :
 
1. What
What ini berarti apa yang hendak kita lakukan. What menjadi langkah awal dan dasar dalam melakukan sesuatu. Bagaimana mungkin kita akan melakukan sesuatu, tetapi tidak mengetahui apa yang akan dilakukan. Jika contohnya adalah momentum PMB maka what nya adalah melaksanakan program Penyambutan Mahasiswa baru untuk perekrutan

2. When
Selaras dengan artinya yang berati kapan, maka when harus ditentukan kapan tanggal pelaksananya. When bisa dijadikan patokan atau targetan usaha-usaha yang menunjang kegiatan PMB tersebut. Misal, momen PMB dimulai semenjak maba datang hingga diselenggrakannya Open hause. Maka dalam tenggang waktu tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menarik perhatian maba. Tentunya dengan cara yang akan lebih dibahas pada How.

3. Where
Sedangkan where adalah penjelasan dari What dan When yang menunjukan tempat berlangsungnya. Jika konteksnya adalah PMB maka tempat yang paling tepat adalah kampus itu sendiri. Adapun beberapa organisasi yang melakukan PDKT dengan langsung main ke Kost-kostan maba bisa juga dimasukan ke where. Juga mungkin dibeberapa kampus yang mengadakan kegiatan pra Open Hause diluar kampus, bisa dimasukan. Where bisa menjadi kondisional, tergantung dari kondisi kampusny. Yang terpenting adalah memetakan tempat yang sekiranya bisa dilakukan dalam momen PMB tersebut.

4. Who
Who disini mengandung dua makna, yaitu subjek dan objek. Objek sudah tentu adalah mahasiswa baru atau mungkin mahasiswa lama yang berminat ikut ke oragnisasi tersebut. Kembali objek pun harus dipetakan, dari mulai jumlah, gender, daerah, agama, hobi, dll. Supaya nantinya bisa terfokuskan, mana saja yang akan diprioritaskan sebagai target anggota baru.
 
Sedangkan subjek adalah yang menjalankan program PMB dan perekrutan. Karena momen PMB ini tidak dilakukan oleh satu saja organisasi maka pemetaanpun wajib dilakukan. Dari mulai jenis organisasi, identitas khasnya, kegiataanya dan lain2
 
Mengingat dalam Who ini banyak sekali yang harus dipetakan secara detail. Maka salah satu factor yang bisa mempengaruhi berhasil atau tidaknya momen PMB ini adalah kepemilikan database maba. Sehingga jika suatu organisasi berkeinginan sukses dalam momen PMB maka harus mempunyai database maba tersebut.

5. Why
Why menjadi factor terpenting dari rumusan 5W 1H. Perumpamaan pentingnya bisa dianalogikan bensin dalam mobil. Why adalah bahan bakar untuk menjalankan mobil. Tanpa ada bahan bakar, mobil tidak akan bisa maju. Begitupun dengan agenda PMB, jika masing-masing perangkat dari instrument PMB tidak mempunyai alasan yang kuat untuk melaksanakannya maka PMB tidak akan jalan. Maka carilah alasan terkuat kenapa kita harus melaksanakan PMB dan perekrutan. Kemudian jadikanlah motivasi dan obsesi untuk bisa mensukseskan PMB dengan target yang sudah ditentukan.

6. How
Rumusan yang terakhir adalah How. How bisa dikatakan seninya dalam momen PMB dan perekrutan. Dimana disini pelaksan dituntut untuk bisa menciptakan agenda yang menarik perhatian maba sekreatif dan semenarik mungkin. Sehingga targetan-targetan yang direncanakan bisa terwujud.

Ada kecenderungan dari beberapa organisasi terkungkung oleh paradigm How ini. Mereka sering kali langsung saja to do point mengkonsep How ini, tanpa merumuskan dulu yang lain. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada keberlangsungan momen PMB tersebut. Tidak ada nya targetan berapa banyak maba yang harus terekrut. Tidak adanya prioritas maba mana yang harus direkrut. Tidak fahamnya semua panitia dalam tim PMB ini sehingga mereka cenderung bekerja asal-asalan. Kemudian tidak jelasnya motivasi untuk merekrut. Dan juga kurang siapnya dengan situasi kondisi karena tidak terpetakan dengan baik tempat yang akan dipakai untuk medan “pertempuran”. Semua akan berimbas pada hasil yang tidak sesuai dengan harapan.

Untuk itu, alangkah lebih baiknya jika pengkonsepan PMB bisa dianalisa dengan mengunakan rumus turunan dari 5W+1H. Rumus sederhana yang bisa membantu kelancaran momen PMB ditiap-tiap organisasi mahasiswa khususnya….
Semoga Menginspirasi….