Oleh
Kiki Bayu Murti1, Muhamad Ackly2, Muhamad Ijab3, Hanggi Ramadhan4, Jakariya Nugraha508.K400741, 10.K400482, 10.K400653, 10.K400664, 10.K400675
Mahasiswa Jurusan Kimia
Tekstil Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil
Abstrak
Proses penyempurnaan tekstil adalah salah
satu dari proses tekstil. Penyempurnaan dilakukan untuk mendapatkan
sifat-sifat khusus dan memenuhi syarat penggunaannya. Salah satu proses
penyempurnaan tekstil adalah penyempurnaan anti bakteri. Tulisan ini
adalah review tentang penyempempurnaan tekstil anti bakteri mengunakan
nano perak yang dihasilkan dari perak nitrat dengan proses
fotokatalitis, sehingga didaptkan partikel perak kecil (nano) yang bisa
mendegradasi bakteri dan menghambat pertumbahan DNA nya sehingga lambat
laun bakteri mati dengan sendirinya.
Kata kunci : penyempurnaan anti bakteri, nanoteknologi, proses fotokatalistis dan nanoperak
- 1. Pendahuluan
Dewasa kini perkembagan ilmu pengetahuan
sangatlah pesat. Hal ini sebanding dengan permasalahan hidup manusia
yang semakin kompleks. Sehingga manusia harus menyelaraskan permsalahan
yang ada dengan mencari solusinya.
Salah satu solusi dari kekompleksan
masalah hidup manusia adalah dari bidang sains dengan hadirnya teknologi
terbaru yang disebut dengan nanoteknologi. Nanoteknologi ini bisa
diaplikasikan kehampir berbagai bidang, tanpa terkecuali tekstil sebagai
kebutuhan primer manusia dewasa kini.
Bahan tekstil yang menjadi kebutuhan
primer adalah tekstil pakaian. Pakaian sekarang tidak hanya dipakai
untuk menutupi aurat saja dan seadanya saja, tetapi lebih dari itu
pakaian bisa beragam jenis sesuai dengan kebutuahda kondisi pada saat
dikenakan dan menunjang pada kegiatan yang dilakukan. Kegiatan yang
begitu banyak dan sudah kurang terjaganya kondisi alam kini menyebabkan
bakteri dari luar maupun dalam tubuh berkembang dan menempel pada pakain
yang manusia kenakan. Sehingga dampak yang dihasilkan secara
berkelanjutan adalah timbulnya bau pada pakaian, gatal dan iritasi pada
kulit hingga inpeksi kulit akibat dari bakteri pada pakaian.
Untuk mengatasinya, peranan dari
nanoteknologi berperan dengan nanoperaknya yang bisa mendegradasi dan
menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga diharapkan untuk kedepannya
bakteri atau mikroorganisme sudah tidak lagi menjadi masalah yang serius
dengan perkembagan hidup manuisa.
- 2. Pembahasan
2.1 Nano Teknologi
Nanoteknologi adalah teknologi yang
menekankan pada pemahaman dan perubahan struktur suatu benda dalam skala
lebih kecil daripada sepersejuta millimeter atau pada skala lebih
kurang sama dengan lebarnya 10 atom hydrogen. Kata nano sendiri berasal
dari bahasa yunani yang berarti 10-9 (satu per satu milyar). 1 nanometer
(nm) sama dengan 10-9 meter. Nanoteknologi merupakan teknologi yang
melibatkan atom dan molekul dengan ukuran lebih kecil dari 1000
nanometer. Itu berarti ukurannya bisa mencapai 100.000 kali lebih kecil
dari diameter sehelai rambut manusia. Walaupun suatu material nano
berukuran sangat kecil, namun memiliki kekuatan, ketahanan dan
kapabilitas yang luar biasa. Hal ini disebabkan oleh adanya berbaga daya
dan juga ikatan pada nano tersebut sseperti daya tarikan van der waals,
ikatan hydrogen, cas electron, ikatan ionic, ikatan kovalen,
kehidrofoban, kehidrofilan dan penerowongan mekanika kuantum. Sehingga
tidak heran dengan nano teknologi ini dijuluki sebagai “kecil-kecil cabe
rawit”.
Selain dari pada itu, sebenarnya
nanoteknologi adalah suatu rekayasa penyusunan ulang atom-atom dalam
skala nano yang dilakukan dengan meletakan masing-masing atom ke tempat
yang tepat, sehingga terjadi interaksi antar atom sesuai dengan
keinginan. Adapun prinsip yang digunkan dalam manipulasi atom ini adalah
moleku lmolekul memiliki selektivitas yang unik dimanm atom yang
bermuatan positif akan selalu menarik atom yang bermuatan negative jika
ada lebih dari satu atom bermuatan negatif, atom yang ditariknya adalah
yang memiliki keelektronegatifan paling tinggi (gaya tarik-menariknya
paling besar). Jika peletakkan atom-atom/molekul-molekul yang memiliki
karakteristik sesuai dengan kemauan sang pembuat, atom-atom tersebut
otomatis langsung saling berinteraksi (Self Assembly).
Satu keuntungan yang didapat adalah
produk yang dapatkan tidak ada pengotor/kontaminannya karena menggunakan
atom individual sehingga pada prosesnya tidak menghasilkan polusi yang
disebabkan oleh tidak adanya produk samping. Yang terbentuk hanyalah
yang sang pembuat inginkan, tidak lebih dan tidak kurang.
Dari keunikan dan kemampuan yang
dimiliki oleh komponen nano ini maka tidak heran menjadikan
nanoteknologi kini menjadi salah satu solusi dalam perbagai disiplin
ilmu, tanpa terkecuali bidang tekstil.
2.3 Penyempurnaan Tekstil
Proses penyempurnaan teksetil adalah
salah satu proses yang ada pada rangkain proses pembuatan bahan tekstil.
Serat sebagai bahan utama tekstil diolah sedemikian rupa sehingga
menjadi kain jadi (grey/mentah) yang kemudian bisa lakukan prose
penyempurnaan. Proses yang dilewatinya antara lain adalah pemintalan
(serat menjadi benang), pertenunan / perajutan (benang menjadi kain),
persiapan penyempurnaan (pembersihan kain), pencelupan / pencapan
(memberikan warna dan motif pada kain), penyempurnaan dan pembuatan
pakaian jadi (garment).
Proses penyempurnaan disini adalah
perlakuan terhadap kain sehingga didapatkan sifat-sifat khusus dan
memenuhi syarat pengunaannya pada kain tersebut. Sifat tersebut antara
lain anti kusut, anti air, anti susut, anti api, anti bakteri dan lain
sebagainya.
2.4 Penyempurnaan Tekstil Anti Bakteri
Salah satu proses penyempurnaan tekstil
adalah penyempurnaan anti bakteri. Tujuan dari penyempurnaan anti
bakteri adalah menjaga bahan tekstil dari serangan mikroorganisme,
mencegah timbulnya bau pada kain yang disebabkan pada oleh
mikroorganisme dan bahkan dapat memberikan efek pemyembuhan pada luka.
Dalam aplikasinya penyempurnan anti
bakteri banyak digunakan pada bidang-bidang yang bersentuhan langsung
dengan kemungkinan kerentanan dampak dari mikroorganisme. Dalam bidang
medis misalnya, pada saat melakukan operasi pakain yang digunakan harus
steril dan harus bisa menyesuaikan efek dari darah yang menempel pada
pakaian operasinya. Sehingga dalam medis dibutuhkan bahan tekstil yang
mempunyai kemampuan mematikan bakteri untuk membantu lingkungan yang
steril.
Selain untuk medis, penyempurnaan anti
bakteri ini juga diaplikasikan pada berbagai jenis apparel tekstil untuk
mengontrol bau yang dihasilkan. Beberapa contoh apparel yang
membutuhkan penyempurnaan anti bakteri adalah pakaian seragam, pakaian
militer, pakaian dalam, pakaian olahraooga dan lainnya.
Pada prinsipnya, penyempurnaan anti
bakteri ini bekerja untuk menghambat pertumbuhan dari mikroorganisme
yang ada pada bahan tekstl (bakteriostatik). Atau dengan perlakuan lebih
pada penyempurnaannya bisa mematikan mikroorganisme (bakteriosida).
Bakteriostatik ini akan bisa mencegah
penularan dan perkembangbiakan mikroorganisme pathogen sehingga dapat
menghilangkan bau yang kurang sedap akibat dari degragasi mikroorganisme
tesebut. Kemudian dengan perlakuan bahan tekstil (kain) untuk bisa
bakteriostatik juga akan mencegah hilangnya nilai pakai akibat rusak
serat oleh mikrganismeo/ bakteri.
2.5 Proses Fofokatalitis
Ada dua hal yang saling keterikatan dari
fotokatalisis yaitu foto dan katalis. Foto diambil dari reasksi
fotosintesis, dimana fotosintesis ini adalah reaksi kimia yang terjadi
dengan bantuan cahaya. Sedangkan katalis adalah bahan/material yang bisa
mempercepat suatu reaksi kimia tanpa ikut bereaksi.
Sehingga secara definisi Fotokatalisis
adalah suatu proses tranformasi kimia yang dibantu oleh adanya cahaya
dan material katalis. Atau menurut IUPAC fotokatalisis adalah suatu
reaksi katalitik yg melibatkan absorpsi cahaya oleh katalis atau
substrat tertentu. Dapat juga didefinisikan sebagai suatu proses
kombinasi antara fotokimia dan katalis, yaitu suatu proses transfor-masi
kimiawi dengan melibatkan cahaya sebagai pemicu dan katalis sebagai
pemercepat proses transformasi tersebut (Serpone, 2002).
Salah satu aplikasi dari proses
fotokatalisis ini adalah pada pembuatan nano perak dari perak nitrat
yang kemudian bisa digunakan untuk proses penyempurnaan tekstil anti
bakteri.
2.6 Nano Perak / Nano Silver Sebagai Pembunuh Bakteri
Nano perak merupakan salah satu produk
berbasis nanoteknologi yang bersifat anti bakteri dan anti virus.
Kemampuan nano perak ini menjadikannya menjadi sangat membantu dalam hal
mengatasi berbagai masalah yang ditimbulkan oleh bakteri dan virus.
Salah satu kemampuannya ini diaplikasikan pada proses pemyempurnaan
tekstil anti bakteri. Akan tetapi untuk dapat dilakukan proses
penyempurnaannya, nano perak harulahs dirubah menjadi bentuk colloid.
Kemampuan alami dari nano perak ini
berlangsung dengan merusak dan menembus dinding sel bakteri, kemudian
akan masuk kedalam gugus tol bakteri dan berikatan dengan gugus
sulfildril pada bakteri sehingga akan mencegah produksi enzyme pada
bakteri. Selanjutnya partikel perak akan menghambat pertumbuhan DNA dan
akhirnya bakteri mati.
2.7 Pembuatan Nano Perak dengan Proses Fotokatalisis
Salah satu alasan kenapa perak harus
dibuat menjadi kebentuk nano adalah karena bakteri, virus dan
mikroorganisme lainnya berukuran sangat kecil. Sehingga supaya perak
bekerja lebih efektif dan efisien, maka harus dirubah kebentuk nano.
Perak bisa dibuat kebentuk nano dengan
bantuan proses fotokatalisis. Cara membuatnya sangat sedderhana dan
tidak memerlukan waktu yang begitu lama.
Pembuatan nano perak dengan menggunakan
metode ini didasari oleh transformasi kimia perak klorida dari permukaan
kain menjadi logam dengan bantuna radiasi tinggi dari sinar UV. Adapun
tahapannya adalah kain dibenam-peras pada larutan yang mengandung perak
nitrat, kemudian dikeringkan pada suhu 60ᴼC. Selanjutnya benam-peras
(80%) kembali pada larutan NaCl dan dikeringkan kembali. Satu factor
yang harus diperhatikan ketika melakukan proses ini adalah konsentrasi
dari NaCl yang digunakan. Karena jika tidak sesuai dengan
stoikiometrinya perak nitrat tidak bisa berubah menjadi perak klorida
yang bisa menjadi katalis.
Proses berikutnya adalah peradiasiaan
kain dengan kekuatan tinggi selam 24 detik dengan menggunakan radioator
UV HF4 – CENARO dengan lampu 2850 W. Dengan radiasi tinggi (cahaya) bisa
menurunkan muatan positif ion logam dan membentuk nano partikel perak/
nano perak dengan ukuran 5 – 30 nm.
- 3. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
- V. Parthasarathi, Nano technology adds value to textile finishing
- Aravin Prince .P & Raja .P, Nano-Finishing Of Textiles (TT-03)
- Dr Deryck D. Pattron , Ph.D., Nanotechnology and public health safety
- Roya dastjerdi, M. R. M. Mojtahedi, A. M. Shoshari and A. Khoroshahi. Investigating the production and properties of Ag/TiO2/ PP antibacterial nanocomposite filament yarns. Journal of The Textile Institute. Feb 2009
- 5. Y. W. H. Wong , C. W. M. Yuen, M. Y. S. Leung, S. K. A. KU and H. L. I. Lam. Selected Applications Of Nanotechnology In Textiles. AUTEX Research Journal, Vol. 6, No 1, March 2006
- Jaya Indra. Aplikasi Konvergensi nanoteknologi-Bioengineering Untuk Peningkatan Perolehan Minyak. M&E, Vol. 8 No 1, Maret 2008
- Okasti Emsidelva, Firliani K, Linda, Liyana & Louise Mersenne. Penyempurnaan Anti Bakteri Dan Tolak Darah Untuk Baju Bedah. Kumpulan Makalah Seminar Mahasiswa Kimia Tekstil (TexChem1). Maret 2004
- Sihotang Mariati, Yunita Megie, Pasaoran Napitupulu Midian, Mulyono. Pakaian Dalam Pria Anti Bakteri Dan Tahan Kotor. Kumpulan Makalah Seminar Mahasiswa Kimia Tekstil (TexChem1). Maret 2004
- http://digilib.its.ac.id/public/ITS mengunaka-Undergraduate-16337-Chapter1-739605.pdf
- http://152.118.80.2/opac/themes/green/detail.jsp?id=134555&lokasi=lokal
- http://www.bsn.go.id/news_detail.php?news_id=3908
- ME Slamet. J TEKNOLOGI, 2008 – staff.ui.ac.id
- http://Fotokatalisis%20pada%20Permukaan%20TiO2%20%20%20Chem-Is-Try.Org
- http://sagaara301.blogspot.com/2011/10/zat-anti-bakteri-ramah-lingkugan.html
- http://sagaara301.blogspot.com/2011/12/metoda-pembuatan-nano-partikel-perak.html
- Michael Berger , Nanotechnology e-textiles for bio-monitoring and wearable electronics
Tidak ada komentar:
Posting Komentar