Selasa, 08 Januari 2013

MENGKONSEP MOMEN PMB DENGAN RUMUS TURUNAN 5W + 1H

Oleh : Jakariya Nugraha

Tahun ajaran baru biasanya menjadi hajatan organisasi mahasiswa untuk merekrut anggota baru. Momentum ini dijadikan ajang untuk saling ujuk gigi satu organisasi dengan organisasi lainnya. Tentunya untuk menarik masa mahasiswa baru (maba) bergabung dengan organisai tersebut. Dengan alasan yang sama, otomatis sering kali terjadi friksi dalam menarik perhatian maba. Sehingga organisasi tersebut harus memutar otak, bagamana cara yang jitu dalam menarik maba.

Dalam pelaksanaannya, organisasi perlu ide kreatif dan inovatif. Bagaimana caranya mencitrakan dan mengemas organisasinya menjadi layak untuk dijual. Istilah kerennya branding. Tetapi darisini terkadang organisasi tersebut terkungkung dalam merumuskan hal ini. Organisasi lebih menfokuskan pada pengkonsepan pencitraan dan pengemasannya. Padahal ada sesuatu yang lebih penting dan fundamental untuk dirumuskan.

Perumusan ini bisa dijabarkan oleh sesuatu yang simple, yaitu konsep 5W+1H. Dimana 5W+1H ini bisa menjadi acuan dari pelaksanaan apapun termasuk Penyambutan / Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).
Adapun 5W+1H ini terdiri dari
• What : Apa ?
• When : Kapan ?
• Where : Dimana ?
• Who : Siapa ?
• Why : Kenapa ?
• How : Bagaimana ?

Keenam kata tersebut bisa menjadi modal dasar untuk merumuskan langkah kerja PMB selanjutnya.
Adapun perumusanya bisa seperti ini :
 
1. What
What ini berarti apa yang hendak kita lakukan. What menjadi langkah awal dan dasar dalam melakukan sesuatu. Bagaimana mungkin kita akan melakukan sesuatu, tetapi tidak mengetahui apa yang akan dilakukan. Jika contohnya adalah momentum PMB maka what nya adalah melaksanakan program Penyambutan Mahasiswa baru untuk perekrutan

2. When
Selaras dengan artinya yang berati kapan, maka when harus ditentukan kapan tanggal pelaksananya. When bisa dijadikan patokan atau targetan usaha-usaha yang menunjang kegiatan PMB tersebut. Misal, momen PMB dimulai semenjak maba datang hingga diselenggrakannya Open hause. Maka dalam tenggang waktu tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menarik perhatian maba. Tentunya dengan cara yang akan lebih dibahas pada How.

3. Where
Sedangkan where adalah penjelasan dari What dan When yang menunjukan tempat berlangsungnya. Jika konteksnya adalah PMB maka tempat yang paling tepat adalah kampus itu sendiri. Adapun beberapa organisasi yang melakukan PDKT dengan langsung main ke Kost-kostan maba bisa juga dimasukan ke where. Juga mungkin dibeberapa kampus yang mengadakan kegiatan pra Open Hause diluar kampus, bisa dimasukan. Where bisa menjadi kondisional, tergantung dari kondisi kampusny. Yang terpenting adalah memetakan tempat yang sekiranya bisa dilakukan dalam momen PMB tersebut.

4. Who
Who disini mengandung dua makna, yaitu subjek dan objek. Objek sudah tentu adalah mahasiswa baru atau mungkin mahasiswa lama yang berminat ikut ke oragnisasi tersebut. Kembali objek pun harus dipetakan, dari mulai jumlah, gender, daerah, agama, hobi, dll. Supaya nantinya bisa terfokuskan, mana saja yang akan diprioritaskan sebagai target anggota baru.
 
Sedangkan subjek adalah yang menjalankan program PMB dan perekrutan. Karena momen PMB ini tidak dilakukan oleh satu saja organisasi maka pemetaanpun wajib dilakukan. Dari mulai jenis organisasi, identitas khasnya, kegiataanya dan lain2
 
Mengingat dalam Who ini banyak sekali yang harus dipetakan secara detail. Maka salah satu factor yang bisa mempengaruhi berhasil atau tidaknya momen PMB ini adalah kepemilikan database maba. Sehingga jika suatu organisasi berkeinginan sukses dalam momen PMB maka harus mempunyai database maba tersebut.

5. Why
Why menjadi factor terpenting dari rumusan 5W 1H. Perumpamaan pentingnya bisa dianalogikan bensin dalam mobil. Why adalah bahan bakar untuk menjalankan mobil. Tanpa ada bahan bakar, mobil tidak akan bisa maju. Begitupun dengan agenda PMB, jika masing-masing perangkat dari instrument PMB tidak mempunyai alasan yang kuat untuk melaksanakannya maka PMB tidak akan jalan. Maka carilah alasan terkuat kenapa kita harus melaksanakan PMB dan perekrutan. Kemudian jadikanlah motivasi dan obsesi untuk bisa mensukseskan PMB dengan target yang sudah ditentukan.

6. How
Rumusan yang terakhir adalah How. How bisa dikatakan seninya dalam momen PMB dan perekrutan. Dimana disini pelaksan dituntut untuk bisa menciptakan agenda yang menarik perhatian maba sekreatif dan semenarik mungkin. Sehingga targetan-targetan yang direncanakan bisa terwujud.

Ada kecenderungan dari beberapa organisasi terkungkung oleh paradigm How ini. Mereka sering kali langsung saja to do point mengkonsep How ini, tanpa merumuskan dulu yang lain. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada keberlangsungan momen PMB tersebut. Tidak ada nya targetan berapa banyak maba yang harus terekrut. Tidak adanya prioritas maba mana yang harus direkrut. Tidak fahamnya semua panitia dalam tim PMB ini sehingga mereka cenderung bekerja asal-asalan. Kemudian tidak jelasnya motivasi untuk merekrut. Dan juga kurang siapnya dengan situasi kondisi karena tidak terpetakan dengan baik tempat yang akan dipakai untuk medan “pertempuran”. Semua akan berimbas pada hasil yang tidak sesuai dengan harapan.

Untuk itu, alangkah lebih baiknya jika pengkonsepan PMB bisa dianalisa dengan mengunakan rumus turunan dari 5W+1H. Rumus sederhana yang bisa membantu kelancaran momen PMB ditiap-tiap organisasi mahasiswa khususnya….
Semoga Menginspirasi….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar