Selasa, 08 Januari 2013

Hidup Adalah Perjuangan dan Perjuangan Adalah Ibadah

Oleh : Jakariya Nugraha

Untuk sebagian orang dan bagi orang yang “tersesatkan” oleh keduianwian, kadang mereka berfikir untuk apa hidup ini ??????? hidup ini cape…!!!!!! Dan rasanya ingin bunuh diri saja. Tidak dapat disalahkan memang mereka berkata seperti itu. Entah itu suatu pelarian sesaat dari carut marutnya hidup mereka ataupun memang itu ekspresi murni karena tidak kuat dalam mengalami berbagai cobaan  hidup yang dia terima.  Yang pasti memang semua orang “pasti” pernah berkata seperti itu.

Memang jika kita teliti lebih mendalam lagi, terkadang manusia tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki sehingga mengakibatkan suatu  sindrom untuk terberusaha mewujudkan keinginannya tersebut. Hal itu sangatlah wajar, karena sudah menjadi barang tentu itu adalah keniscayaan dari tabiat asli manusia. Tetapi yang patut digasir bawahi adalah ketika keinginan ini adalah keinginan yang positif apalagi menghasilkan hasil yang positif. Seperti keinginan untuk melampiaskan kehausan intelektual, keinginan memperbaiki kondisi perokonomian diri, keinginan untuk menambah kapasitas diri dll.

Terkadang setiap kali menjalankan proses mewujudkannya, ada pada saat-saat tertentu manusia seakan mendapatkan beban dengan muncul berbagai ujian-ujian yang mempersulit pergerakannya. Sekali lagi itu adalah suatu keniscayaan, dimana manusia tidak bisa mengelak dari yang nama “ujian” apalagi “ujian hidup” walaupun dia  hanya berdiam diri saja. Contoh kecil, ujian bagi orang yang hanya berdiam diri saja (pengangguran) dia tidak bisa banyak menikmati enaknya berbagai fasilitas hidup, dia tidak punya uang untuk membayarnya karena dia tidak bekerja. Sehingga ada semacam paksaan secara tersirat dalam hidupnya, dimana dengan kondisi yang seperti itu dia dituntut untuk berjuang menyelamatkan dirinya sendiri dari jeratan kemiskinan dan kemalasan.

Ketidak selarasan hidup ini menjadi factor pertama pendorong manusia berjuang dalam hidupnya. Sangatlah bagus ketika dalam kondisi diamanya saja sudah tidak ada celah lagi untuk menghindar, ya kita haruslah melawannya. Ketika dihadapkan dengan permasalah, satu-satunya jalan yang menguntungkan adalah berjuang melawan. Walaupun terkadang sakit, ya itu seakan menjadi pemanis dari lika-liku kehidupan.

Berjuang adalah tingktakan hasil yang tinggi dari aksi perlawanan, dimana dilakukan dengan bersungguh-sungguh. Berjuang adalah identitas tersendiri dari jiwa-jiwa seorang pahlawan. Makna pahlawan tidak sempit sebagai penyelamat saat perang saja. Tetapi lebih dari itu, pahlawan bisa saja penyelamat dari dirinya sendiri maupun orang lain dari saat kapanpun dan dimana pun juga. Perjuangan yang dilakukan dengan kesunguhan pasti akan menghasilkan out put yang positif, meskipun manis ataupun pahit yang dirasakan.

Jika kita tarik benag merah dari inti hidup dan perjuangan maka akan muncul suatu makna hidup yang baru yaitu ibadah. Ibadah bukan hanya sekedar ritual dan seremonial keyakinan saja. Akan tetapi semua yang dilakukan yang disertai niat yang tulus untuk mengharapkan ridhoNya, itu adalah ibadah. Apalagi jika dilakukan dengan bersungguh-sungguh, itu adalah ibadah yang paling tinggi derajatnya. Jihad….. itu lah ibadah yang paling tinggi derajat nilai pahalanya.

 So, karena hidup ini adalah perjuangan dan perjuangan adalah ibadah. Yuk, kita bersama-sama berjuang dalam menjalani sisa-sisa hidup kita didunia ini. Karena pada hakekatnya hisup didunia ini adalah perjalanan menuju kehidupan yang abadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar