Selasa, 08 Januari 2013

OBSERVASI TREND FASHION

Oleh : Jakariya Nugraha

 Pendahuluan
Dizaman globalisasi ini dimana semua serba cepat juga mengibatkan perkembangan akan sesuautu menjadi cepat. Tak terkecuali juga dengan perkembangan fashion. Perkembangan fashion tidak bisa dilepaskan dari motif dan warna yang dankat untuk menjadi trend tersendiri oleh para desainer local maupun interlokal. Selain oleh para desainer, trend fahion juga dipopulerkan oleh para public figure (aktris) yang terbiasa memamerkan fashion terbarunya.
Disetiap tahunnya trend akan fashion ii sangat dinamis supaya konsumen tidak menjadi jenuh dengan mode yang ada. Pergantiaan trend ini biasanya lebih kepada motif dan warna yang diusung.
Akan tetapi fashion adalah sesuaut yang luas. Misal, pada umumnya trend yang dipamerkan oleh para desainer dan aktris adalah pakaian yang glamor dan cenderung untuk para kalangan menngah keatas. Lalu bagaimana dengan kalangan menengah kabawah yang mayoritas ada di Indonesia?????

 Maksud dan Tujuan
a.      Maksud
Maksud dari laporan ini adalah melakukan observasi langsung ke pasar fashion
b.      Tujuan
Untuk mengetahui trend fashion apa yang sedang diganduri oleh para konsumen

Pembatasan Observasi
Dikarenakan pasar untuk fashion itu luas dan terdapat banyak tempatnya, maka untuk observasi kali ini dibatasi hanya analisa perkembangan fashion Bandung terutama Distro dan Clotingan.
  Pasar Observasi
    1. Plaza Parahyangan Bandung
    2. Jalan Dalem Kaum Bandung
    3. Pasar Malam Tumpah Tegalega Bandung
             

Pembahasan
Kota Bandung dikenal sebagai kota model dan pusat fashionnya Indonesia. Hal ini bukanlah hanya sebagai julukan saja, tetapi memang dikota terdapat pusat pasar fashion yang besar seperti Pasar Baru Trend Center, Bandung Trede Mall, Plaza Parahyangan, Distro- distro dan Factory outlet yang banyak tersebar di kota Bandung.

Selain dari pada itu juga terdapat sentra-sentra IKM seperti di suci, binong dan cihampelas. Sehingga kota Bandung menjadi serbuan para konsumen yang haus akan prosuk-produk pakaian. Hal ini bisa dilihat disetipa weekend nya, kota bandung selalu dipadati oleh kendaran-kendaran dari luar kota Bandung yang senagaja untuk berlibur sekaligur berbelanja produk-produk pakaian. Bahkan tidak hanya dari dalam negeri saja peminatnya, ada juga para pembeli dari luar seperti dari Malaysia.

Dari fakta-fakta inilah yang membuat para produsen saling berkreatif dan berinovatif dalam mebuat terobosan baru untuk menarik konsumen. Salah satu hasil dari kekreatifan ”urang Bandung” adalah dengan Distro dan Clothingannya.

Distro dan clothingan sudah menjadi trend merk nya Bandung dan Pusatnya ada di Plaza Parahyangan dan sepanjang jalan Dalem Kaum Bandung. Plaza Parahyangan dan Dalem kaum sendiri sangat strategis di kota bandung karena berada di tengah kota Bandung dekat dengan Alun-alun bandung. Sehingga tidak heran selain karena daya tariknya ada pada distro juga karena tempatnya strategis.

Di plaza yang bertingkat lima ini menjual berbagai pernak-pernik khas distro, seperti kaos, jaket, topi, tas dll dengan berbagai merk. Tetapi yang akan dibahas adalah tentang dominan warna dan motif yang sekarang sedang trend di kalangan para penikmat distro.

Dalam observasi langsung ke pasar (plaza parahyangan) terlihat untuk prosuk kaos masing tetap sama seperti pada awal-awal distro muncul. Masih tetap full color dan hitam. Hal ini disebabkan karena sejarah dari munculnya distro itu sendiri.

Sejarah distro muncul dari para komunitas-komunitas di Bandung yang ingin membiayai operasional kegiatan komunitasnya. Mereka melirik para anggota dan simpatisan komunitasnya dengan menjual produk yang bisa  anggotanya pakai. Produk-produk itu seperti kaos, jaket, topi dll.

Komunitas-komunitas ini biasa disebut sebagai “indie” atau indepentend yang berarti bebas. Bebas disini bukan hanya kegiatannya yang bersifat bebas, tetapi lebih kepada penekanan biaya yang mereka keluarkan untuk operasionalnya bebas atau dari uang mereka sendiri. Sehingga tidak heran warna, motif dan model dari produk yang mereka jual juga bebas. Semisal komunitas yang sekarang merk distronya bisa dikatakan besar adalah Skeaters. Mereka menjual kaos-kaos dengan berbagai macam warna, seperti merah, biru, hijau dll tetapi dengan motif dari sablonya yang berbeda-beda dan unik.

Selain dari “indie” nya tersebut, warna dan motif dari prosuk distro juga dipengaruhi oleh sifat dari komunitas tersebut. Kita lihat saja misalnya distro dari para band-band indie yang mengusung gendre music metal. Gendre music metal lekat dengan warna hitam dan lambang-lambang aneh seperti gambar setan, hantu pada mitologi barat. Kekhasan ini bisa kita jumpai pada merk Prapatan Lebel.

Juga warna dan motif pada produk distro bisa dipengaruhi oleh hal kesukaan. Misalnya dari Viking Persib Fans Club. Dari namanya saja sudah diketahui bahwa komunitas ini adalah fansnya dari Persib (klub sepak bola). Sehingga produk-produk yang menreka hasilkan dan dijual warna dominannya adalah warna biru yang notabene adalah warna kebesaran dari klub sepak bola tersebut. Walaupun ada juga yang warna hitam atau putih dengan motif sablon pada kaosnya yang masih bertemakan persib.

Selain di plaza parahiyang yang pusatnya distro, observasi juga diperluas sampai kepinggir-pinggir jalan tempat para pedagang kaki lima berjualan. Dipinggir jalan juga didapati bahwa warna dari kaos tetap full colour dan motifnya beragam. Untuk kaos anak-anak terlihat bahwa motif sablonya kebanyakan adalah tokoh-tokoh kartun yang sekarang sedang banyak muncul dilayar televise. Juga untuk kaos dewasa kebanyakan motifnya masih relative sama dengan distro.

Tetapi yang mungkin paling menojol terlihat di Parahyangan, dipinggir jalan (tegalega), pkl mesjid agung adalah banyaknya dijual kemeja motif kotak-kotak. Ketika pertama kali melakukan observasi di parahiangan, dan memasuki pintu terlihat sangat jelas sekali kemeja kotak-kotak mendominasi toko-toko di parahiyangan, terutama lantai satu.

Melihat hal ini, penulis mencoba memwawancari beberapa pedagang, salah satunya adalah ketua perhimpunan pedagang parahyang bang      . Menurutnya kemeja kotak-kotak sudah ada dari dulu, hanya saja baru ngetrend kembali dari dua tahun yang lalu sampai sekarang. Dari waktu ke waktu kemeja kotak-kotak selalu perkembangan, tidak hanya wana hitam putih yang menjenuhkan. Perubahan yang sangat signifikan adalah pada perpaduan warna, motif gometriknya yang berubah-berugah dan tidak hanya pada kemeja tetapi sudah diaplikasikan pada jaket juga.

Dibeberapa orang sempat ada spekulasi yang mengatakan bahwa kemeja kotak-kotak memboming saat public figure walikota solo Joko Widodo sering menggunakannya. Jokowi (sapaan Joko widodo) yang sekarang mencalonkan diri menjadi calon gubernur DKI Jakarta terlihat sering menggunkan kemeja tersebut. Malah dengan tegas beliau mengklaim bahwa itu adalah trend marknya dalam berkampanye.

Tetapi saat ditanyakan kepada bang redwan (ketua perhimpuanan pedagang plaza parahyanagan) efek dari jokowi. Dengan tegas beliau mengatakan tidak ada pengaruhnya terhadap penjualan kemeja kotak-kotak. Menurutnya itu tidak terjadi di Bandung, mungkin hanya di Jakarta saja.

Terlepas dari spekulasi Jokowi tersebut, kemeja kotak-kotak memang menjadi daya tarik. Dengan minimal perpaduan  3 warna.  Seperti warna pastel, warna tua juga perapduan warna gradasi menjadikan kemeja kotak-kotak enak untuk dilihat. Apalagi ditambah dengan efek kontras dari perpaduan warnaya menjadikan kemeja kotak-kotak bisa menjadikan pusat perhatian orang yang melihatnya. Maka tidak salah jika kemeja kotak-kotak menjadi digandrungi oleh para konsumen, karena selain enak untuk dilihat juga bisa menjadikan pemakainya lebih tampil percaya dirri. Juga bagi para komsumen yang ingin menjadi pusat perhatian orang, kemeja kotak-kotak ini bisa menjadi pilihan untuk dipertimbangakan pemakaiannya.

Selain dari perpaduan warna yang menarik, kemeja ini juga mendapat nilai plus juga dengan bebagai macam ukuran dari motif geometriknya. Sesuai dengan namanya motif geometri di kemeja ini adalah kotak atau persegi. Kemeja ini motif nya tidak satu ukuran, tapi berbagai macam ukuran. Dari ukuran kecil sampai yang besar. Sehingga tidak salah bahwa kemeja kotak-kotak sekarang digandrungi oleh masyrakat.
 
Kesimpulan
  • Warna dan motif dari kaos distro masih full colour dan berbagai macam
  • Warna dan motif dari kaos distro diinpsirasi oleh basic dari pemilik distro tersebut
  • Pakaian yang sedang trend adalah kemeja kotak-kotak
  • Kemeja kotak-kotak bisa menarik perhatian orang dan bisa menambah rasa percaya diri bagi pemakiann

Tidak ada komentar:

Posting Komentar