Jumat, 10 Januari 2014

Hari Ini

jika memang semua sudah menjadi suratan
tak mengapa, aku terdampar disini
tersungkur kedalam gelapnya lorong yang tak bertepi
jauh terlihat, mataku berkedip kedip
mencoba menerka, apa benar tak bertepi ????
tapi aku mulai tersadar waktu itu
kala ada hembusan nafas hangat memenuhi ubun2 pikiranku
agak sedikit terkuat misteri dalam diri ini,
belum sempat ku menengok,
sayang ia sudah jauh pergi, berlari
meninggalkan daku di lorong ini,
hari ini

Kamis, 12 September 2013

Jadi Juara


Ayo kita lihat, siapa nanti yang akan keluar sebagai juara. Sesuatu tidak dinilai dari awala, tapi hasil itu diakhir. Ya, itulah kata-kata yang aku pegang untuk mengarungi derasnya arus kehidupan yang menerpa. Aku adalah seorang yang sempat mengalami beberapa hal yang seperti itu. Dan kinipun, aku rasa adalah momentum yang tepat untuk mewujudkannya kembali.

Hmmmmm...... dulu waktu sekolah dasar, aku tidak perhitungkan oleh yanglainnn  dan para guruku. Itu sangat menyesakanku. Aku bersama logika kecilku mencoba untuk mendobra semua itu. Dan akhirnya aku bisa memaksakan seorang yang sudah mendominasi kelas menjadi tunduk padaku atas prestasiku diakhir yang diatasnya.

Juga saat-saat kenakalan dan kegaulauan menraja rela direlung-relung sendiku. Aku sudah bosan dengan perkataan nasihat yang mungkin bijak. Tapi sungguh menerjang kerang peraasaan ku. Aku sudah bosan dengan mendengarkan perkataan perbandingan. “ yang lain mah begini, yang lain mah begitu, yang lain bisa begin, bisa begitu blablablabla dll”. Dan ada suatu dorongan untuk aku menunjukan siapa aku sebenarnya.

Aku berusaha dengan keras untuk menunjukan bahwa ini aku, aku yang tidak hanya handal diluar aadenik tapi juga diakademik. Hingga akhirnya alhamdulilah aku bisa mewujudkannya menjadi sesuatu yang menurutku tidak semua orang bisa. Yaitu menyumbangkan 7 tropi keskolah dan mendapatkan tropi dari sekolah atas prestasi akademikku. Juga tidak hanya itu saja kawan, aku akharinya bisa menembus sesuatu yang aku inginkan. Aku bisa menembus pmdk dan kokohnya dinding snmptn yang banyak diincar oleh ratusan ribu anak dinegeri ini.

Dan kini aku akan mencoba lagi mengulang masa keemasanku dulu. Kini diusiaku yang dimana aku harus menjadi dewasa. Akau menyadari bahwa tantangannya akan semakin berta berbeda dengan sebelum-sebelumnya . namun aku harus mencoba membuktikan bahwa aku bisa. BISA MENJADI JUARA
SEKARANG LIHAT, INILAH AKU SEORANG JUARA AKU YAKIN AKU BISA. ALLAH BERSAMA PRASANGKA HAMBANYA.

Jauh Berbeda

Semua hal berjalan dengan baik, hingga suatu itu datang kealamku. Tiada yang menyangka sebeumnya. Bahkan jiwa yang penuh terisi dengan impianpun tak pernah merasakan kehadirannya. Mengendap-endap, memasuki peralahan pintu kesunyian lara yang menanti sang mentari datang lagi. Jauh, bila kalian tahu sudah berapa lama aku menanti ????? hemmmmmmm.... ada akalanya aku berhenti untuk menceritakan hal ini. Hanya sesaat saja, untuk menenangkan sejenak kejenuhanku dalam menunggu. Malah, jika aku terus saja bercerita mencurahkan segala isi hati ini. Aku jadi semakin terlalrut akan kesedihan yang mendalam kawan. So, biarlah aku tidak mengunkitnya kali ini.
            Baik, untuk itulah aku mecoba sesuatu yang baru. Aku akan bercerita tentang apa yang baru saja aku alami kawan. Sesatu yang melambungkan angan jauh keatas langit berwarna biru. Warnanya yang cerah seperti mengisyaratkan bahwa memang ini adalah sesautu yang luarbiasa. Berbeda sekali dengan kisahku yang kemarin, ketika harus terpaku meratapi kepingan mozaik yang belum datang juga kepingan lainnya. Sehingga apadaya aku belum bisa menyusunya menjadi sebuah potret cerita yang aku inginkan. Hmmmmm..... “cukup, cukup. Kenapa aku malah kembali lagi kesana ?????”. Nevermind..... kita lanjutkan kesesi berikutnya.
            Awalnya hanya sepintas saja, kala aku mengejar waktu yang aku habiskan dari kemarin hingga larut malam sekali. Walhasil, jam biologisku tak bisa kompromi dengan kegiatan yang harus aku jalani di hari ini. Aku terlambat bangun, aku harus sesegera mungkin mengejar kereta. Telat saja satu menit, aku harus merelakan anganku mendapatkan bonus tambahan sirna sudah. Langkah kakiku dengan cepat berlari-lari kecil sembari beberapa kali mengangkat tangan kanan melihat jam tangan. Lima menit lagi. Tiga menit lagi. Dan masalah semakin gawat ketika aku melihat waktu tinggal satu menit lagi. Mataku menatap tajam menlusur kerumunan orang-orang yang sama-sama mengejar waktunya. Meneliti kira-kira aku harus melewati jalan yang mana sehingga aku lebih cepat sampai ke stasiun.
Dan ternyata usahaku tak sia-sia kawan. Selang waktu sedikit lagi pintu kereta akan tertutup aku dengan gesitnya menyelinap masuk ke pintu itu. Aku menahan nafas dalam-dalam dengan harapan badanku menjadi lebih kempes seperti pada film-film kartun. Jhiahahahha konyol sekali, aku langsung terhempas kedalama kerumunan orang yang sama sepertiku. Dan seperti biasanya aku kembali harus meminta-maaf kepada orang yang aku jadikan sandaran ketika menghempaskan badaku sebelum pintu kereta tertutup, hehehehe.
Namun kali ini aku terkejut bukan main kawan. Sekali lagi aku benar benar terkejut bukan main. Seakan-akan jantungku copot dan terhenti. Sesaat aku terpana memandangi siapa orang kali ini menjadi pendengar kata-kata maafku yang aku ucapkan dengan dialek yang khas. Bahasa setempat dengan dialek yang berbeda dengan orang lain kebanyakan. Pengucapan kata-kataku mendayu – dayu dan berirama. Setiap penekanannya enak didengar oleh indra dengar orang mana, menurutku, hehehehehe. Dan bila aku berada di negaraku, pasti semua orang akan tahu darimana asalku. Aku bisa menjaminnya kawan pasti semua orang akan tahu, kalau aku ini adalah urang sunda dengan caraku berbicara. Namun ini bukan negeriku kawan. Aku berada dinegeri dimana sangat jarang sekali aku mendengar senandung pengingat yang paling merdu di dunia. Bahkan mungkin tidak ada, aku tiadk bisa mendengarnya.seakrang aku berada dinegeri yang orang-orangnya sangat menjungjung tinggi kedisiplinan dan gila kerja. Saking gilanya, mereka saling berlomba-lomba untuk pulang paling akhir dari tempatnya bekerja. Dan jika mereka melakukan kesalahan, mereka akan malu sekali. Sangat memalukan untuk mereka hingga solusi yang ditempuh untuk mengatasi rasa malu itu adalah dengan hal yang cukup sinting buatku. Mereka menukarkan rasa malu dengan apa yang mereka bilang sebagai kehormatan. Kehormatannya adalah mengakhiri hidup dengan tangannya sendiri. Heummm..... sungguh... sesuatu sekali kawan.
To be continue......

Selasa, 03 September 2013

yang manis

Yang manis,
bukan hanya sekedar sesuatu yang dapat kau rasa dengan inderamu saja.
lebih dari itu kawan, semua orang mencari yang manis ini.
bila kita melangkahkan kaki lebar-lebar nan cepat kali, aku tak yakin dia akan ada disekitarmu.
bayangkan saja.......

Yang manis,
bukan hanya pandangan indah yang dari sudut mata melintir mu,
dia isa saja menerkam dari jauh dengan cakarnya yang tajam.
hhhmmmmmm jadi kembali aku berpikir.

Yang manis
Yang manis

Ada Getir Dibalik Senyumanmu


Ada getir dibalik senyumanmu
Raut muka yang tidak aku inginkan, kini menyergap pandangku
Seketika......
Aku terkejut, membayangkan apa yang ada didalam lubuk hatimu ???
Aku takut sekali, jika kau jadikan aku sebgai santapan makan siang mu
Aku ingin berlari
Membuka selangkahan ku lebar-lebar dan mengerakannya dengan cepat
Namun sayang jeritan manismu menghentikannya
Menghentikan segala upayaku
menghilang dari kegetiran hidupmu
yang tersembunyi dibalik senyummu
yang manis......

Jumat, 15 Maret 2013

Cerita Dibalik Pelantikan LPM Viskosa 2010



Pagi ini sungguh luar biasa bagi saya, karena saya punya semangat lagi untuk menulis. Asyik…… jhiahahaha. Entah kenapa mungkin sekarang kuliahnya agak siangan, jadi ada sedikit luang dirumah. Iyah.. daripada waktu itu dibuang dengan nyantai-nyantai dan nonotn tivi atau main game mending nulis. Seharusnya sih belajar, review materi seblum berangkat kuliah, tapi karena males ya udah mending nulis aja.

Emmm…. Pagi ini saya lihat potret-potret dari waktu kewaktu, trlihat sekali bedanya. Dan terlintas untuk sedikit mengulik kejadian masa lalu. (hhhmmmmmm). Asik juga nih kayanya. Oke dech cek ki dot…

Yang pertama saya lihat adalah potret bersama LPM viskosa. Kenapa viskosa ? karena baru pas sabtu kemarin viskosa mengdakan pelantikan kembali. Dan saya seperti rindu masa-masa kala 2 tahun lalu saya yang dilantik oleh para senior viskosa ini. Yang saya ingat, waktu itu culun banget. Pakai kemeja dan celana bahan, kemejanya dimasukin lagi, jhiahahahaha sedang yang lainnya ngga. Nih kalau mau lihat gimana culunnya saya, heummmmmm


Uuupppsshh (wajah jadul)... Tuh kan, tau dong yang mana… yupz yang paling ujung kiri. Saya kelihatan yang paling tegang, dan posisi mau "istirahat ditempat". Maklum lah, saya sudah biasa sama pelnatikan yang formal2 dan keras semisal pramuka, osis, pmr dan pencinta alam. 

Waktu itu memang cuman ada 4 calon crew viskosa yang datang dan dilantik. Tapi tak apalah the show must go on. Ini sebuah konsekuensi yang harus diambil, ketika saya memutuskan untuk bergabung ke organisasi yang semua pengurusnya tidak merokok (yes) dan sekrenya sering dikunci (ouhhhh no…!!!!). hehehehe. Tapi itu dulu sebelum kita-kita belum jadi crew. Saat kita jadi crew… yia…… sama masih, hehehe (maklumlah semua “akh tipis”, sekrenya banyak, termasuk saya). 


Next, acara dimulai dengan sama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa. kalau mau lihat ini dia.

dan seperti biasa sudah itu, acara yang semi-semi formalitas. yupsz Sambutan-sambutan. 
Wah khusus untuk yang bagian ini, saya males buat nyeritaainnya. "masa saya harus nulis lagi kata-kata sambutan ketua nya sih ????? udah lupa kaaalllliiiii (gaya anak alay)" hehehehe. becanda2. 

oke kembali ke pokok bahasan. Sebenarnya runtutan acara tidak terlalu spesial (buat saya), tapi karena yang datang hanya berempat (orang2 terpilih, hehehe) jadi diniatin buat bener2. 

Judulnya Pelatihan + Pelantikan. Tentu ada pelatihannya. Dan yang seru pelatihannya langsung di bawah tekanan. Whuaaaahhh.... maklum lah namanya juga pelatihan pers mahasiswa. Yang namanya pers kan selalu   bekerja dibawah tekanan "bukan pres ya, hehehe". Waktu itu kita diberi intruksi untuk menulis dan membuat konsepan buletin yang akan diterbitan dan menjadi projek pertama buat calon crew. Tak tanggung2, yang ngasih tekanan itu para alumni "uh wow". 


Nah ini potretnya. Akang alumni nya sedang marah-marah.
Meski sempat kesal, tapi saya enjoy dengan suasana yang seperti ini. Saya belajar akan pentingnya waktu "the power of kepepet" (hehehehe). Dari suasana seperti ini juga, mucul ide2 kreatif dari kita para calon crew. Dan beberapa hari berikutnya ide2 kita di jadikan headline di buletin viskosa selanjutnya. wah wah asik brow... cape2 mikir akhirnya para crew memberi penghargaan buat kita2.

Setelah "bersenang2" dalam ketegangan, akhirnya waktu juga yang memisahkan kita dengan para pembuat ketegangan ini "hehehe peace kang". Akang2 alumni pun memberikan sepatah kata wejangan buat bekal kita sebagai calon crew viskosa dan berfoto sebgai kenang2an.
foto bersama para susuhu viskosa.

Next. kalau tidak salah pelatihan simulasi itu terasa sanagat lama, gatau apa karena dalam tekanan atau memang benar lama. Tapi yang pasti setelah selesai itu sudah larut malam sekitar jam setengah 1 malam. Dan  sesuai dengan perkiraan, it's time for tidur..... "huah". yes

Nah yang buat saya suka sama gayanya pelantikan viskosa itu ini nih yang mau saya ceritakan. Biasanyakan kalau pelantikan-pelantikan di organisasi lain, kita sudah bisa nebak jalannya acara. Kodenya pasti deh kalau udah tidur, dibangunin langsung dibentak2. iya kan ???? Nah kalau ini lain, udah tidur, dibangunin baik2 langsung DIAJAK SHOLAT TAHAJUD "wueh.... mantep bener nih...!!!!!". Asli lo baru kali ini saya ikutan pelatihan umum (bukan agama) yang mengadakan sholat tahajud. Eh tapi malah saya yang disuruh jadi imam nya "waduh...!!!!!". Ya udah deh apa boleh buat, karena mungkin yang paling laki waktu itu saya, hehehe (sori brow). Dan sholat pun berjalan lancar dan Insya Allah khusu. Namun sayangnya ga diabadikan sama kamera, tapi Insya Allah sudah diabadikan sama Allah sebagai bentuk penghambaan kita terhadapNya.

oke, beres itu wawancara, renungan dan PELANTIKAN "tidak lupa berfoto-foto ria". langsung aja deh ini dia potret-potretnya
proses diskusi

saya menyakan lilin selepas beres renungan


wajah-wajah lesu dan ngantuk . Jhiahaha


foto bareng semua pengurus saat sudah syah jadi crew.

Sesudah itu, kita makan2 dan "kembali ke alamnya masing-masing".

Hmmmm, viskosa memberikan kesan  khas dipahatan hati yang kala lawas penuh dengan kegundahan dan kekosongan pikiran dalam rantauan orientasi. Sampai sekrang sudah banyak yang saya pelajari dari organisasi ini, meski sangat sedikit karya yang bisa saya sumbangkan untuk viskosa. Dan meski sekarang sudah tidak begitu aktif di viskosa karena kesibukan oleh amanah lain. Namun semangat berpikir dan berkarya independent itu masih menyala-nyala dan semoga bisa menjadi kebermanfaatan buat yang lain.

sip deh, sekian dulu ceritanya. Sori kalau ada yang tidak berkenan dan tulisannya acak kadut ga karuan kemana-mana. hehehe.

terakhir salam aja deh buat teman semua, wabilkhusus buat teman2 seperjuangan di viskosa (yogi, aka, dan intan). Ayo kita berjuang bersama-sama....!!!!!!!

by; Dzar



Potret Tambahan





Senin, 11 Februari 2013

Prolog Cerita Dalam Kertas




Mimpi kita mungkin tak sama seperti dulu
Arus waktu tak kuasa ku bendung
Derasnya tak terhingga
Sampai-sampai aku terdampar didaratan ini
Yang mempertemukanku dengan mimpi baru

Sesuatu itu pasti datang lagi
 tak kala hati yang terajut oleh cerita indah idealisme mimpi
tersadarkan oleh dentang lonceng masa yang sudah lanjut
nanti aku bisa berdiri lagi disamping tubuh lemahmu
tawa canda muda khas anak sekolahan sepertini akan terdengar lagi

siapa yang akan membuatnya itu menjadi nyata ????
apakah aku ???? ataukah kamu ?????
tidak ada seorangpun yang tahu
misteri itu hanya punya Sang punya rencana
biarlah tetap menjadi misteri

jika kau enggan bersama, tak mengapa
aku akan tetap berlari sendiri
menuliskan cerita kita dihalaman kertas selanjutnya
hingga tanpa kau sadari nanti
kitalah yang akan jadi pemeran utamanya.

Dzar
Pameungpeuk 24 januari 2013 3.41 pm
(menguak kembali memori kala perpisahan)