Oleh : Jakariya Nugraha
Dalam pergerakannya, LDK
(Lembaga Dakwah Kampus) masing-masing kampus bergabung membentuk suatu
forum untuk saling berdiskusi mengenai permasalah yang dihadapi di
masing-masing kampus dan saling menyamaratakan pandangan pergerakannya.
Hingga pada saat Indonesia mengalami krisis multidimensi (social,politik
dan ekonomi) pada akhir 97 hingga 98 an. FSLDK melahirkan suatu
perpanjangan tangan dari para ADK yang mempunyai spesialisas, yaitu ADK
Syiasi (Aktivis Dakwah Politik) yang tergabung dalam suatu kesatuan yang
bernama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), tepat pada
tanggal 29maret 1998 di universitas Muhamadiyah Malang, dideklarasikan
dihadapan para ADK dan perwakilan civitas akademika UMM, dengan ketua
umu Fahri Hamzah ADK dari Universitas Indonesia dan sekretaris Harry
Sasongko ADK dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Hanya dalam kurun waktu 3
hari, KAMMI langsung menggebrak dunia perpolitikan Indonesia yang kala
itu sedang jacau-kacaunya, demngan mengadakan suatu kegiatan yang
bertajuk “Rapat Umum Mahasiswa dengan Rakyat” yang dihadiri oleh lebih
dari 20.000 massa di mesjid Al-Azhar Jakarta. Inti dari rapat umum itu
adalah menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab atas kekacauan dan
krisis yang sedang menggerogoti Indonesia.
Dalam perkembangannya setelah
kegiatan tersebut, KAMMI selaku suatu kesatuan aksi melakukan aksi-aksi
yang menuntut pertanggung jawaban pemerintah dan mundur nya Presiden
yang berkuasa, Suharto. KAMMI menjalain koalisi / aliansi mahasiswa dan
ormas lain nya seperti Aliansi BEM DKI Jakarta, dll, karena memang satu
pandangan. Juga KAMMI berkoalisi dengan tokoh-tokohcendikiawan
kritisseperti Amien Rais.
Setelah melakukan aksi-aksi
yang gencar denga bergabung dengan aliansi lain, akhir nya waktu
kemenagan mahasiswa yang ditunggu-tunggu pun dating juga yaitu saat
Suharto turun dari jabatan presiden tanggal 21 Mei 1998
Dalam mengewal peralihan
kekuasaan pemerintahan dari rezim orde baru ke orde reformasi, KAMMI
memposisikan diri sebagai suatu ormas mahasiswa ekstra kampus yang
moderat kritis, yaitu terbuka tetapi kritis terhadap pemerintahan.
Dari awal pembentukannya
hingga pada September 1998, KAMMI belum mempunyai structural dan manhaj
yang jelas, sehingga di adakanlah muktamar I, yang membahas tentang
structural dan manhaj KAMMI sekian waktu berjalan, KAMMI terus
bertranformasi melakukan perubahan-perubahan dari segi structural dan
manhaj di segala bidang dilakukan untuk menyesuaikan dari arah yang
lebih baik dan untuk mencapai tujuan KAMMI yang terangkum dalam
prinsip-prinsip pergerakan KAMMI ;
- Kemenangan islam adalah jiwa perjuangan KAMMI
- Kebathilan adalah musuh abadi KAMMI
- Solusi islam adalah tawaran perjuangan KAMMI
- Perbaikan adlaha tradisi perjuangan KAMMI
- Kepemimpinana umat adalah srategi perjuangan KAMMI
- Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI
Dan bisa mencapai visi KAMMI yaitu
melahirkan pemimpin bangsa masa depan depan yang tangguh dalam upaya
mewujudka masyarakat islami di Indonesia.
Dan semoga ALLAH SWT. selalu
bersama KAMMI dalam menuntaskan perjuangan ini, karena pada hakikatnya
dakwah alah suatu kewajiban untuk semua orang yang beragama islam, dan
tidak ada perubahan jika tanpa ada suatu pergerkan, perjuangan dan
jihad, sebagaimana firman ALLAH dalam surat 13:11 .
Amin Ya Allah Ya Rabballamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar