Selasa, 08 Januari 2013

Review “KAMMI dan Pergulatan Reformasi”


Oleh : Jakariya Nugraha

Buku “KAMMI dan Pergulatan Reformasi” karangan Mahfudz Shidiq ini sangat menggugah semangat juang bagi para kader KAMMI, apalagi untuk kader AB I yang baru saja menginjakan kaki nya di medan juang KAMMI. Kenapa ? karena dalam buku itu, diceritakan kembali lembaran-lembaran sejarah baru pergerakan mahasiswa islam. Dari mulai menggelianya kegiatan mahasiswa (khusus nya mahasiswa islam) di era NKK/BKK (1980-an), dengan mesjid sebagai pusat kegiatannya, karena waktu itu kegiatan kampus dikekang oleh orde baru. Sehingga mesjid lah tempat yang aman, nyaman dan refresentatif untuk kegiatan-kegiatan mahasiswa khususnya mahasiswa islam. Dan hasilnya lahirlah suatu lembaga yang bernama Lembaga Dakwah Kampus.

            Dalam pergerakannya, LDK (Lembaga Dakwah Kampus) masing-masing kampus bergabung membentuk suatu forum untuk saling berdiskusi mengenai permasalah yang dihadapi di masing-masing kampus dan saling menyamaratakan pandangan pergerakannya. Hingga pada saat Indonesia mengalami krisis multidimensi (social,politik dan ekonomi) pada akhir 97 hingga 98 an. FSLDK melahirkan suatu perpanjangan tangan dari para ADK yang mempunyai spesialisas, yaitu ADK Syiasi (Aktivis Dakwah Politik) yang tergabung dalam suatu kesatuan yang bernama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), tepat pada tanggal 29maret 1998 di universitas Muhamadiyah Malang, dideklarasikan dihadapan para ADK dan perwakilan civitas akademika UMM, dengan ketua umu Fahri Hamzah ADK dari Universitas Indonesia dan sekretaris Harry Sasongko ADK dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

            Hanya dalam kurun waktu 3 hari, KAMMI langsung menggebrak dunia perpolitikan Indonesia yang kala itu sedang jacau-kacaunya, demngan mengadakan suatu kegiatan yang bertajuk “Rapat Umum Mahasiswa dengan Rakyat” yang dihadiri oleh lebih dari 20.000 massa di mesjid Al-Azhar Jakarta. Inti dari rapat umum itu adalah menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab atas kekacauan dan krisis yang sedang menggerogoti Indonesia.

            Dalam perkembangannya setelah kegiatan tersebut, KAMMI selaku suatu kesatuan aksi melakukan aksi-aksi yang menuntut pertanggung jawaban pemerintah dan mundur nya Presiden yang berkuasa, Suharto. KAMMI menjalain koalisi / aliansi mahasiswa dan ormas lain nya seperti Aliansi BEM DKI Jakarta, dll, karena memang satu pandangan. Juga KAMMI berkoalisi dengan tokoh-tokohcendikiawan kritisseperti Amien Rais.

            Setelah melakukan aksi-aksi yang gencar denga bergabung dengan aliansi lain, akhir nya waktu kemenagan mahasiswa yang ditunggu-tunggu pun dating juga yaitu saat Suharto turun dari jabatan presiden tanggal 21 Mei 1998

            Dalam mengewal peralihan kekuasaan pemerintahan dari rezim orde baru ke orde reformasi, KAMMI memposisikan diri sebagai suatu ormas mahasiswa ekstra kampus yang moderat kritis, yaitu terbuka tetapi kritis terhadap pemerintahan.

            Dari awal pembentukannya hingga pada September 1998, KAMMI belum mempunyai structural dan manhaj yang jelas, sehingga di adakanlah muktamar I, yang membahas tentang structural  dan manhaj KAMMI sekian waktu berjalan, KAMMI terus bertranformasi melakukan perubahan-perubahan dari segi structural  dan manhaj di segala bidang dilakukan untuk menyesuaikan dari arah yang lebih baik dan untuk mencapai tujuan KAMMI yang terangkum dalam prinsip-prinsip pergerakan KAMMI ;
  1. Kemenangan islam adalah jiwa perjuangan KAMMI
  2. Kebathilan adalah musuh abadi KAMMI
  3. Solusi islam adalah tawaran perjuangan KAMMI
  4. Perbaikan adlaha tradisi perjuangan KAMMI
  5. Kepemimpinana umat adalah srategi perjuangan KAMMI
  6. Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI
Dan bisa mencapai visi KAMMI yaitu melahirkan pemimpin bangsa masa depan depan yang tangguh dalam upaya mewujudka masyarakat islami di Indonesia.

            Dan semoga ALLAH SWT. selalu bersama KAMMI dalam menuntaskan perjuangan ini, karena pada hakikatnya dakwah alah suatu kewajiban untuk semua orang yang beragama islam, dan tidak ada perubahan jika tanpa ada suatu pergerkan, perjuangan dan jihad, sebagaimana firman ALLAH dalam surat 13:11 .
Amin Ya Allah Ya Rabballamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar