Selasa, 08 Januari 2013

Tarbiyah Dzatiyah Untuk Memproteksi Hati

Oleh : Jakariya Nugraha

“Bismillahirrahmannirrahim….. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang. Sungguh manusia bukan lah apa-apa dibandingkanNya. Dia yang memberikan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Jiwa-jiwa yang kosong dan raga yang lemah dijadikannya berisi dan kuat. Hati yang gersang dan pikiran yang kotor, bisa Dia buat bersih. Takkan ada mahluk apapun didunia ini yang mampu menandingiNya, karena Dialah sang Pecipta segalanya tanpa terkecuali jiwa yang lemah ini.”

Dunia kini sudah masuk pada fase akhir zaman. Semua permasalahan yang ada menjadi sangat kompleks dan membutuhkan iman yang kuat. Pernah terlintas pemikiran plagmatis bahwa islam yang benar-benar kaffah sulit sekali diterapkan. Astagfirulloh…. Untung saja itu hanya sepintas. Tetapi ada sebagian orang yang berusaha mewujudkan penerapan tersebut. Mungkin inilah yang dikatakan oleh Rasul dalam salah satu hadisnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shohihnya dari Sahabat Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda,
بدأ الإسلام غريبا وسيعود غريبا كما بدأ فطوبى للغرباء
“Islam ini pada awalnya dianggap aneh dan akan kembali menjadi aneh sebagaimana awalnya dan beruntunglah orang-orang yang dianggap aneh saat itu.” [HR. Muslim dalam Shohihnya, Kitab Iman (145), dan Sunan Ibnu Majah bab Al-Fitan (3986), Musna Imam Ahmad bin Hambal (2/389)]
Para “ghuroba” berusaha berbuat baik ketika banyak yang telah rusak. Merekalah yang tetap istiqomah dengan jalan yang lurus

Dalam keberjalanan hidup manusia yang mahluk social, tentunya interaksi social tidak bisa dilepaskan. Begitupun dengan para “ghuroba” yang notabenenya adalah manusia biasa juga. Hal ini menuntut para “ghuroba” untuk berinteraksi dengan manusia lain, yang mungkin pemahaman islam nya tidak menyeluruh bahkan tidak tahu. Salah satu akibat dari hal ini adalah terjadinya ikhtilat atau bercampur baurnya perempuan dan laki-laki bukan mahrom tanpa hijab. Ikhtilat bisa terjadi dimanasaja dan kapan saja tergantung interaksi social itu berlangsung. Tanpa terkecuali kampus dan media maya.

Dalam konteks kekinian, jika berbicara kampus maka mungkin para “ghuroba” itu salahsatunya adalah para ADK. Para ADK (Aktifis Dakwah Kampus) ini adalah orang-orang yang dibina dan dibentuk untuk menyampaikan risalah islam pada masyarakat kampus. Dalam kehidupan sehari-hari di kampus pun ADK sering dibuat dilema dengan system yang ada. Kenapa dilema ???? bagaimana tidak, ADK yang berusaha untuk menjaga keimanannya untuk tidak berihktilat dihadapkan pada keadaan bersebrangan 180ᴼ. Disisi lain, misi menyampaikan nilai-nilai islam harus terus diusung. Sehingga mau tidak mau ADK harus masuk ke system tersebut dan berusaha mewarnainya. Kejadian ikhtilat dikampus ini bisa saat mengerjakan tugas kelompok, praktikum, rapat di organisasi amah atau yang lainya.

Fenomena ikhtilat saat ini sudah mulai canggih seiring dengan perkembangan zaman. Saat ini ikhtilat bisa terjadi meskipun tidak ada interaksi secara nyata dan langsung. Salah satu contohnya adalah fenomena ikhtilat dunia maya dan elektronik. Katakanlah facebook, twitter, ym, telpon dan sms. semua itu adalah media yang jika tidak dipergunakan secara bijak akan mengakibatkan kemudharatan. Lebih dari ikhtilat, bahkan bisa zina atau kemaksiatan yang lain.

Kenapa ikhtilat itu tidak dibolehkan ????
Kita tahu bahwa Allah SWT menciptakan laki-laki dalam keadaan punya kecenderungan yang kuat terhadap wanita. Demikian pula sebaliknya, wanita punya kecenderungan kepada lelaki. Bila terjadi ikhtilat tentunya akan menimbulkan dampak yang negatif dan mengantarkan kepada kejelekan. Karena, jiwa cenderung mengajak kepada kejelekan dan hawa nafsu itu dapat membutakan dan membuat tuli. Sementara setan mengajak kepada perbuatan keji dan mungkar.

Sungguh ironi memang kehidupan umat akhir zaman ini. Tapi apakah kita menyesali hidup diakhir zaman ???? Jangan !!!!! Jangan sesekali menyesali kesempatan hidup yang telah Allah berikan kepada kita. Kita wajib mensyukurinya. Meskipun terkadang hidup ini sulit, tetapi Allah selalu memberikan jalan. Kita ingat bahwa disetiap kesulitan itu pasti ada kemudahan. Bahkan dikatakan oleh Allah dua kali dalam (QS. 94:5-6).

Terlepas dari ironi tersebut. Fenomena ini sangat luar biasa dampaknya. ADKpun merasakan hal ini. Kita sadari bersama bahwa manusia memiliki bakat baik dan bakat buruk (Fuzuroha wa taqwaha). Ada kalanya manusiapun mengalami masa dimana dia sedang futur (turun kondisi keimanannya). Dan ketika itu adalah kesempatan setan untuk masuk. Saya tidak ingin memungkiri bahwa memang, saya pernah mengalami hal yang seperti itu. Dikala kondisi sedang turun setan akan lebih mudah untuk menhasut dan menjatuhkan kita.

Lalu bagaiamana cara mengatasi dan meminimalisirnya ????
Jika dikalangan jamaah tarbiyah sering kali kita dengar kata-kata “kita tidak mencetak kader yang steril, tapi yang mempunyai imunitas tinggi”. Begitulah kira-kira kata yang sering saya dengar. Bukan mencari-cari alasan tapi sangat relevan dengan kondisi saat ini. untuk itulah dikala proteksi hati kita lemah dan tipis maka kita kuatkan dan tebalkan. Kemudian kenapa hati ??? karena dalam konteks ikhtilat yang rawan adalah hati. Hati adalah hijab yang paling utama.

Salah satu solusi yang ditawarkan oleh islam untuk memperkuat imunitas kita adalah dengan Tarbiyah Dzatiyah. Tarbiyah dzatiyah adalah sejumlah pembinaan yang dilakukan oleh seorang muslim/ah kepada dirinya sendiri. Sarananya banyak mulai dari muhasabah, taubat dari dosa, mengoptimalkan ibadah wajib dan menyempurakannya dengan ibadah sunah. Kemudian bisa dengan memperluas ilmu, bermujahidah hingga terlibat dalam aktifitas dakwah. Wabilkhusus untuk masalah ini bisa ditingkatkan amalan-amalan iman. Seperti yang dikatakan oleh Allah swt bahwa sholat bisa menjaga dari perbuatan keji dan mungkar (QS.29:45). Kemudian juga dengan melaksanakan shaum, supaya menahan nafsu syahwat (HR.Muslim). Tentunya juga dengan dzikrulloh untuk senantiasa mengingat Allah  SWT supaya kita diberikan rahmat dan juga ampunanNya (QS.2:152).

Tarbiyah Dzatiyah memang sarana yang paling efektif dalam memproteksi hati dan keimanan kita. Dan bisa juga sebagai media menguatan ketika sedang rapuh. Sekali lagi kita sadari bersama bahwa ini adalah akhir zaman. Ketika tanda-tanda yang Rasul katakana tentang kehidupan akhir zaman sudah mulai tampak satupersatu. Maka sebagai seorang yang beriman, marilah kita kuatkan diri dan hati kita untuk senantiasa menghadapi cobaan diakhir zaman ini. Yang paling dikhawatirkan adalah fitnah akhir zaman. Semoga kita termasuk orang-rang yang beruntung sebagaimana dikatakan Allah (QS.103:1-3) dan rasul pada hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim tentang orang-orang asing.

“Sungguh diri ini tak ubahnya hanya seorang yang ditutupi aibnya oleh Allah swt. Dan jika dosa-dosa diri ini dimanisfastikan dengan bau, tentunya tidak ada seorangpun orang yang ingin mendekati karena begitu baunya diri ini. tidak ada keraguan tentang hal ini. Tentang kewajiban seorang muslim memperbaiki diri dan menyeru kepada kebaikan juga mecegah kepada kemungkaran. Semata-mata ini dilakukan untuk mengharap ridho Allah swt untuk menjadi orang-orang yang beruntung dan umat terbaik. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami…….”
Allahu a’lam bishshawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar