Terlepas dari itu, memang tanggal 29
agustus kemarin adalah hajatannya anak-anak Indonesia. Namun apakah
sudah semua anak Indonesia bisa merasakannya ??? atau mereka malah tidak
tahu kalau kemarin tanggal 29 agustus itu adalah hari anak nasional ???
Dari data yang didapat bahwa sejarah
dicetuskannya hari anak adalah keprihatinan dari bangsa-bangsa didunia
akan nasib anak-anak. Anak-anak menjadi sangat penting karena mereka
adalah generasi penerus dari setiap bangsa yang ada didunia. Namun
terkadang keadaan memaksa anak untuk bisa merasakan sesuatu yang belum
pantas dirasakan oleh anak pada usianya. Kejadian seperti perang,
perdagangan manusia, penelantaran anak dan keadaan ekonomi yang memaksa
anak untuk bekerja.
Setiap bangsa didunia ini mempunyai hari
khusus anak untuk memberikan perhatian terhadap anak. Begitupun di
Negara kita, Indonesia. Namun apakah itu dijalankan secara nyata oleh
pemerintah kita ??? Atau hanya bersifat ceremonial belaka ???
Untuk beberapa orang mungkin jawabannya
bersifat preventif. Tetapi kita masih bisa melihat banyaknya anak-anak
yang terlantar dan membutuhkan kasih sayang lebih. Salah satu contohnya
adalah semakin bertambahnya anak anak jalanan. Anak jalanan ini bisa
kita temui disetiap pemberhetian lampu merah, kolong jembatan, terminal
dan stasiun. Mereka berpenampilan serba mengkhawatirkan. Mereka
mengamen, berjualan asongan, dan menjadi pengemis meminta-minta. Melihat
fenomena seperti ini, dalam hati timbul pertanyaan “Kemana para orang tua mereka ???”. “Apa mereka tidak sekolah ???”. “Dimana peran serta pemerintah ???”. “Kenapa polisi hanya membiarkan mereka dan cenderung acuh ???”
Beberapa hari kemarin, saat melewati
stasiun kiaracondong Bandung. Ada anak kecil yang kurus dan pakaian
lusuh masuk kedalam angkot dan mengamen. Dia menyanyiakan lagu yang
kira-kira seperti ini bunyinya “aku anak Indonesia, sehat dan kuat”.
Potongan lagu tersebut adalah lagu soundtrack dari sebuah iklan produk
vitamin C yang dinyanyikan oleh Joshua sekitar 10 tahun yang lalu. Miris
memang, anak yang mengaku anak Indonesia mengatakan dia sehat dan kuat.
Namun dari penampilannya sangat meragukan, jauh dari kata-kata
tersebut. Apakah itu sindiran ??? atau memang mereka tidak bisa
menyanyikan lagu lain ?? Tapi kalau tidak bisa lagu lain ?? sepertinya
tidak. Kemungkinan terbesar adalah mereka ingin menyindir pemerintah dan
ingin mendapatkan perhatian dari masyarakat.
Maklum memang mereka seperti itu.
Kurangnya perhatian dari orang tua, bahkan mungkin orang tuanya tidak
perduli. Kemudian tindak kekerasan (verbal, psikis dan fisik) yang
mungkin mereka dapatkan. Merubah psikologis mereka menjadi seorang
peminta minta. Mereka menjadi tidak ingin sekolah, dengan beranggapan
bahwa dengan sekolah mereka tidak akan mendapatkan uang. Juga dengan
adanya lingkungan yang tidak mendukung untuk mereka berkembang.
Untuk itulah perlu adanya sinergitas
antara masyrakat dan pemerintah guna mengatasi permasalahan anak jalanan
ini. Masyrakat hendaknya tidak acuh dengan keberadaan mereka. Masyrakat
melalui ormas-ormasnya bisa menjadi sarana perlindungan para anak
jalanan. Masyrakat bisa menegur para pengkordinir anak jalanan, dan
mengingatkan pentingnya perkembangan pertumbuhan anak jalan.
Juga peran serta pemerintah yang harus
ditingkatkan. Pemerintah seharusnya bisa lebih peka dengan fenomena anak
jalanan ini dikota-kota besar. Perlu adanya sosialisasi langsung ke
lapangan dan berkelanjutan. Sehingga anak jalanan mendapatkan perhatian
dari pemerintah. Juga menindak tegas para pengkordinir anak jalanan ini.
Jangan sampai pemerintah hanya bermain pada saar razia saja. Itu tidak
akan berpengaruh apa-apa. Malah akan menjadi stigma negative dari mereka
terhadap pemerintah.
Kalau bisa peringatan Hari Anak Nasional
tidak hanya ditempat-tempat nyaman. Langsung terjun kelapangan tempat
para anak jalanan berkumpul tentu akan lebih bisa membuka mata. Terbuka
mata bahwa masih banyak anak di negera kita yang memerlukan perhatian.
Pernah membayangkan, bagaimana kalau Pak Presiden datang langsung kepada
mereka. Kira-kira perasaan mereka bagaiamana ???? Tentu mereka akan
merasa senang. Karena mau bagaimanapun, mereka anak jalanan masih anak
Inonesia juga.
Jakariya Nugraha
Aktifis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar