Oleh : Jakariya Nugraha
Ada sesuatu yang selalu menghadang saya
ketika akan menuangkan ide ke bentuk tulisan. Rasanya sulit sekali
memulai meggerakan jari-jari tangan “memijat” keybord di laptop. Mungkin
saya terlalu pintar dan terlalu kritis, sampai-sampai tulisan saya yang
belum beres juga sudah saya kritik dan pikiran bawah sadar saya dengan
sendirinya ingin menghapus kata-kata itu karena dianggap tidak pantas
dan jelek. Saya merasa malu jika-jika nanti tulisan yang saya buat telah
dibaca oleh orang banyak, dan orang lain itu berkomentar miring tentang
tulisan saya. Kurang inilah, kurang itulah, tulisannya jeleklah,
tulisannya ga karuan lah dll.
Ada ketakutan sendiri akan hal itu.
Kecemasan dan kegalauan selalu saja datang menghampiri ketika saya mulai
menulis. Mungkin ini hal yang wajar bagi seorang pemula seperti saya.
Ini adalah tahapan yang harus saya lewati kalau mau menjadi seorang
penulis handal dan banyak mengeluarkan karya-karya tulis. Sehingga mau
tidak mau harus terus dilatih.
Kata bung AH (Andreas Harefa) seorang
penulis kenamaan di negeri ini, memang menulis itu bukan teori, tapi
praktek. Sehingga bukan belajar “tentang” menulis, tetapi belajar
menulis. Dengan cara apa ????? jawabanya adalah ingat-ingat ketika dulu
waktu kecil kita ingin belajar menulis dan membaca. Kita belajar
menulis, ya dengan menulis lagi. Langsung mengerakan jari tangan kita
untuk menulis. Dengan pengulangan-pengulangan yang berkelanjutan
akhirnya kita bisa juga menulis.
Sama dengan konteksnya saat ini, jika
kita ingin menjadi seorang menulis ya kita harus menulis. Berlatih
menulis ya dengan terus-terusan menulis. Memang terkadang kita ragu
dengan tulisan kita baik yang masih proses ataupun tulisan yang sudah
beres. Tapi motivasi dari bung AH adalah teruslah menulis, karena jika
kita terus-terusan mencoba maka dengan sendirinya tulisan kita semakin
bagus dan banyak perubahan.
Saya sangat termotivasi ingin menjadi
seorang penulis dan “menelurkan” sebuah buku tulisan saya sendiri.
Sehingga ya saya harus terus latihan menulis untuk bisa seperti itu. Dan
tulisan ini juga adalah bentuk latihan saya sendiri, so bagi yang baca
mohon maaf jika tulisan ini ngawur kemana-mana. Karena tulisan ini saya
buat untuk kepentingan latihan saya saja. Bagi saya yang penting adalah
menulis dulu, walaupun itu jelek. Yang penting produktif dulu…..
Ya semoga saja saya bisa menjadi seorang
penulis kenamaan, hehehehhehe, walaupun tidak punya basic keilmuaanya.
Amin…. Amin ya Allah ya Rabbalalamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar