Bisa melihat dari kejauahan rasanya belum cukup untuk
menumpahkan rasa
Ketika hari, senja mulai merasuk pada jiwa yang kosong
Lembayung menerawang kegelapan pikiran waktu itu
Dari sini, diantara ilalang-ilangan hijau
Raga terguncang oleh bisiskan, hanya bisiskan
lembut mendesah-desah tak karuan
mata melotot dan alunan irama nafas terikuti oleh desahan itu
sedetik kemudian bayangan teralihkan saat senja sudah diujung
kelopak mata
kala jiwa masih bersih dan suci
lambaian tangan dengan terikan bahagia memanggil manggil
disebrang jalan
antara jalanan pabrik-pabrik tekstil berjajar dikawasan
bandung selatan
kaki yang tak kuasa menahan rasa rindu, bergerak sendiri
berlalari mengejar sang pelambai tangan
lisanpun berucap walau hanya kecil terdengar terkalahkan oleh
alunan nafas
walau begitu, mata tetap melihat cepat kaki yang juga berlari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar