Oleh : Jakariya Nugraha
” Berikan saya sepuluh orang pemuda…!!! Maka akan saya gemparkan dunia…!!!” begitu
lah yang dikatakan presiden pertama kita. Betapa hebat nya pemuda itu
sampai-sampai bung karno berkata seperti itu. Bahkan bukan itu saja,
dengan kata-kata lain bung karno menggambarkan pemuda itu sebagai masa
depan, seperti “Siapa yang memegang pemuda hari ini, dia yang akan menentukan hari esok”. Wuih……..
mantaps…. Kenapa ya seperti itu? ada beberapa cirri khas dari seorang
pemuda yang dapat membuat seorang pemuda menjadi begitu hebatnya.
MenurutDR.Yusuf Qardhawi pemuda itu ibarat matahari jam 12 siang ketika
matahari bersinar paling terang dan paling panas. Pemuda mempunyai
kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat bila dibanding dengan anak
kecil atau orang-orang jompo.Pemuda mempunyai potensi yang luar
biasa,bisa dikatakan seperti dinamit atau TNT bila diledakan, maka
tidak heran jika bung karno berkata seperti itu. Selain daripada itu,
pemuda itu cenderung untuk perpikiran sesaat saja dan langsung action.
Berbeda dengan para orang tua yang cenderung untuk berpikir telebih
dahulu sebelum bertindak. Karena memang untuk menuju kearah yang
perubahan harus ada suatu pergerakan yang nyata. Sehingga tidak heran
banyak sejarah tertulis, entah itu di luar negeri atau pun di negeri
sendiri bahwa sejarah nya bermulai dari para pemuda. Contoh nya
pergerakan pemuda di yunani yang menjatuhkan rezim Papandreou, di Turki
yang menggulingkan kekuasaan bapak menderes (1960), di korsel yang
menurunkan rezim korup Dr.Syngman Rhee (1968), di Indonesia yang memukul
turun rezim orde baru Suharto (1998) dan yang terakhir, yang baru
hangat yaitu di mesir yang menggulingkan kekuasaan rezim Mubarok. Semua
nya yang melakukan itu adalah pemuda yang kebanyakan adalah seorang
berstatus “MAHASISWA” yang dibantu dengan rakyat (people power). Juga
yang jangan dilupakan adalah sejarah bangsa kita. Mungkin jika waktu
itu belum ada para pemuda intelektual (mahasiswa) yang melakukan
pergerakan tentu bangsa kita saat ini masih dijajah oleh belanda dan
jepang.
Mahasiswa sebagai penulis
sejarah dan penerus sejarah adalah individu-individu yang sangat dinamis
dalam hidup nya. Hidup yang berarti bercahaya ruhaninya, mengakar
pemikirannya, dan berkembang gerakannya. Kehidupan seperti ini disebut
sebagai kehidupan yang integratif, yaitu kehidupan yang memiliki
kepribadian utuh dalam gerakannya yang mencakup ketiga aspek diatas.
Sehingga peran-peran the best youngini bisa dirasakan oleh
masyarakat banyak. Peran-peran mahasiswa ini tidak terlepas dari
tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian.
Akan tetapi jika direnungkan
kembali saat ini, kondisi mahasiswa sebagai pemuda terbaik ini rasanya
jauh dari itu. Kebiasaan mahasiswa zaman sekarang yang lebih suka
main-main daripada berorganisasi, lebih suka ngobrol-ngbrol gossip
daripada berdiskusi, lebih suka bergaya ala hedonisme daripada melakukan
kegiatan social, juga lebih suka menghabiskan waktu untuk yang tidak
bermanfaat daripada untuk belajar dan melakukan penelitian. Sehingga
mereka menjadi kehilangan jadi diri nya. Terombang-ambing dalam
ketidakjelasan akan arah tujuan hidupnya dan menganggap kuliah hanya lah
kewajiban dari orangtua yang harus diselesaikan, tanpa memahami betapa
penting dan berharganya bangku kuliah itu.
Penomena seperti ini harus
segera diatasi secepat mungkin, jika tidak nasib bangsa kita akan lebih
terpuruk lagi. Karna 10-20 tahun lagi adalah giliran kita para mahasiswa
yang akan menjadi penerus estafet kepemimpinan bangsa. Untuk itu lebih
baik kita renungkan kembali status kita sebagai agent of change, bagaimana
mungkin kita bias merubah keadaan bangsa kita jika kita sendiri belum
bisa merubah diri kita sendiri kearah yang lebih baik. Ingat tidak ada
perubahan tanpa ada pergerakan….!!!!!!! So come on guys kita buktikan
bahwa kita adalah pemuda terbaik….!!!!!!!!!!!!
HIDUP MAHASISWA………….!!!!!!!!!!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar