Senin, 11 Februari 2013

Ilusi



Berawal dari mimpi, makna ini terajut dalam hamparan kertas putih.
Ingin sekali kugoreskan pena yang tlah Engkau berikan.
Namun saat menoleh kebelakang, tangan sudah tidak singkron dengan hati.
Tak apalah mungkin untuk sementara membiarkan jarum jam berjalan sendirian.
 Dentangannya menemani ilusi indah yang aku rasakan.
Seiring tapi tak sejalan. Aneh memang.
Sesaat kemudian terdengar rintihan ingin melepaskan.
Dan suaranya berasal dari gambaran hitam tak jelas.
Kau tau siapa dia ????? dia bayangangku sendiri.
Saking naifnya, akupun tidak menyadari akan hal itu. Hanya membiarkan suara-suara bergeliria.
Harusnya bisa terlepas, namun apa daya. Raga urung untuk berpisah.
Berpisah dengan ilusi indah meski   

Dzar
Pameungpeuk 11 Febuari 2013
7.09 PM


Tidak ada komentar:

Posting Komentar