Berawal dari mimpi,
makna ini terajut dalam hamparan kertas putih.
Ingin sekali
kugoreskan pena yang tlah Engkau berikan.
Namun saat menoleh
kebelakang, tangan sudah tidak singkron dengan hati.
Tak apalah mungkin
untuk sementara membiarkan jarum jam berjalan sendirian.
Dentangannya menemani ilusi indah yang aku
rasakan.
Seiring tapi tak
sejalan. Aneh memang.
Sesaat kemudian
terdengar rintihan ingin melepaskan.
Dan suaranya berasal
dari gambaran hitam tak jelas.
Kau tau siapa dia
????? dia bayangangku sendiri.
Saking naifnya, akupun
tidak menyadari akan hal itu. Hanya membiarkan suara-suara bergeliria.
Harusnya bisa
terlepas, namun apa daya. Raga urung untuk berpisah.
Berpisah dengan ilusi
indah meski
Dzar
Pameungpeuk 11 Febuari
2013
7.09 PM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar