Senin, 11 Februari 2013

Prolog Cerita Dalam Kertas




Mimpi kita mungkin tak sama seperti dulu
Arus waktu tak kuasa ku bendung
Derasnya tak terhingga
Sampai-sampai aku terdampar didaratan ini
Yang mempertemukanku dengan mimpi baru

Sesuatu itu pasti datang lagi
 tak kala hati yang terajut oleh cerita indah idealisme mimpi
tersadarkan oleh dentang lonceng masa yang sudah lanjut
nanti aku bisa berdiri lagi disamping tubuh lemahmu
tawa canda muda khas anak sekolahan sepertini akan terdengar lagi

siapa yang akan membuatnya itu menjadi nyata ????
apakah aku ???? ataukah kamu ?????
tidak ada seorangpun yang tahu
misteri itu hanya punya Sang punya rencana
biarlah tetap menjadi misteri

jika kau enggan bersama, tak mengapa
aku akan tetap berlari sendiri
menuliskan cerita kita dihalaman kertas selanjutnya
hingga tanpa kau sadari nanti
kitalah yang akan jadi pemeran utamanya.

Dzar
Pameungpeuk 24 januari 2013 3.41 pm
(menguak kembali memori kala perpisahan)

Bukan Kisah Dulu




Apa yang kau lakukan disana ????
Menari nari tak jelas diatas kursi roda itu.
Suara mu sungguh tak ingin ku dengaar.
Kau memaksaku untuk melihat gerakan gerakan aneh.
Ach…… sudahlah.
Aku sudah muak, ingin muntah rasanya.
Apalagi dengan suhu dingin diruangan ini.
Lampu disepanjang selasar pun yang menyala juga hanya beberapa.
Apa kau sudah tak sadar ???? jam berapa sekarang ????? ayo kita pulang.
Banyak cerita yang belum aku selesaikan lagi.
Tentang waktu itu.
Saat kita berjanji ingin bertemu di taman kapas.
Angin nya bertiup tak karuyuan.
Dan burung-burung berterbangan.
Tak sadar mungkin banyak dari bulunya yang berjatuhan diatas kepala mu.
Kamu juga sepertinya begitu, hingga ingin cepat pulang dan langsung berlari.
Apa daya, biarlah kau pergi meniggalkan jejak cerita tertanam dalam sanubari hati.
Apa kau tau apa yang ku lakukan selama kau pergi ????
Ayolah, raih tanganku kita pulang.
Izin ku simpan tangan ku dibahu mu.
Apa yang terjadi kala itu ??????
Bicara mu sungguh aneh.
Ada apa ???
Baik mungkin kau masih tak mau bicara.
Sepertinya kau sudah berbeda dengan rambut panjang dan bersinar itu.
Ternyata ini bukan kisah dulu.

Dzar
Pameungpeuk 24 januari 2013
3.04 pm


Duduk Diatas Batu Kali




Apa bedanya batu itu dengan yang lain????
Kau memilihnya saat pegal menyerang
Perjalanan kita masih panjang
Mentaripun sudah malas melanjutkan pekerjaannya
Suara jangkir semakin jelas terdengar

Apa kau tak mau pulang ????
Biarlah ku tinggalkan sendiri
Mungkin itu bisa mengobati rasa hausmu akan suara wana
Wana terpaut oleh megahnya mega surya

Kau tetap disana
Duduk termenung diatas bongkahan batu
Pikiranmu seakan meyelam kedasar sungai putih jernih itu
Akan cerita mitos wana ini

Bajuku basah, camp tak jauh lagii
Terpaksa ku tinggalkan dan mebiarkanku sendiri
Melayang dan menyelam

Dzar
Pameungpeuk 24 januari 2013 3.12 pm
(melongok memori silam kala diksar KPALH PELANGI Tikukur 2009)

Ilusi



Berawal dari mimpi, makna ini terajut dalam hamparan kertas putih.
Ingin sekali kugoreskan pena yang tlah Engkau berikan.
Namun saat menoleh kebelakang, tangan sudah tidak singkron dengan hati.
Tak apalah mungkin untuk sementara membiarkan jarum jam berjalan sendirian.
 Dentangannya menemani ilusi indah yang aku rasakan.
Seiring tapi tak sejalan. Aneh memang.
Sesaat kemudian terdengar rintihan ingin melepaskan.
Dan suaranya berasal dari gambaran hitam tak jelas.
Kau tau siapa dia ????? dia bayangangku sendiri.
Saking naifnya, akupun tidak menyadari akan hal itu. Hanya membiarkan suara-suara bergeliria.
Harusnya bisa terlepas, namun apa daya. Raga urung untuk berpisah.
Berpisah dengan ilusi indah meski   

Dzar
Pameungpeuk 11 Febuari 2013
7.09 PM