Aaaaaaaacccccccchhhhhhhhhhhhhrrrrrrrrrrgggggghhhh
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! teriakkanku seperti burung kesakitan ketika
sayap-sayapnya patah dan tak bisa terbang lagi. Waktu itu semuanya menjadi
buyar, rasanya ingin tidur saja di bawah rumput hijau memandangi birunya
langit. Sinar mentari yang sudah diujung kelopak matapun takdihiraukan. Hingga
tiba sesaat siluet diri mencubit dinginnya otak yang tidak sikron dengan hati.
Bagaimana tidak ? otak
ku ini diperas untuk menghitung satu kali satu. Dua bagi dua, tiga tambah tiga
dan empat kurangi empat. Otakku jenuh, aaachhhh ingin rasanya berbaring lagi.
Tapi kini inginku berbaring diatas hangatnya kata-kata rayuan gombal
darimu.
Kata orang, semuanya
akan bisa dipecahkan dengan matematika dan fisika. Contohnya, Kala teori
copernicus menggucangkan para pendeta. Dia cabik cabik keagungan kitab suci
dengan teorinya. Kebohongan berabad-abad pada bibel yang dipatahkan oleh teori
fisikanya.
Dunia kembali
terguncang saat bom atom diledakan di negerinya matahari terbit. Waktu itu
mataharipun ogah untuk muncul dinegerinya sendiri. Semua itu gara-gara seorang
fisikawan, matematikawan, kimiawan atau apalah namanya itu aku tak perduli.
Bukan naïf seperti
tikus yang diberi emas, merubah dunia dengan hitung-hitung akan menjadikan
dunia ini menjadi kacau balau saja. Dunia jadi rusak seperti mesin yang sudah
tak beri oli lagi. Air yang mengalir jadi berwarna warna, angin yang berhembus
pun berwarna hitam pekat dan wanginya sangat tidak menggoda hidung-hidung
seorang pujangga.
Itu hanya pikirku saja
yang sudah dirasuki oleh roh-roh jahat pemangsa alam. Mereka merasukinya hingga
ke sungsung tulang belakang manusia setengah dewa ini. Manusia yang mempunyai
sayap sayap halus bercahya kala engkau ucapkan kata-kata gombalmu. Kata-kata
dari seorang pujangga gagah bukan dari pemikir lemah pembuat angka-angka. Tapi
pujangga gagah penulis kata-kata romantis membuat alam bersinar dan tidak
merusak.
Dzar
Pameungpeuk
28-12-2012
2.10
pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar